Aksi

Legislator : Menyayangkan, Polisi Tak Ijinkan Mahasiswa Demo Menkopolhukam

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyikapi  Kepolisian Resort Jayapura Kota yang tak mengizinkan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura untuk  menggelar demo damai ke DPR Papua terkait rencana kedatangan Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan akhir bulan ini. Ia menyayangkan tak ada ijin untuk berdemo sambut Menkopolhukam.
Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan Politik, Hukum dan HAM itu menilai, alasan kepolisian tak mengizinkan demo mahasiswa terkesan mengada-ada.
“Kalau dalam surat pemberitahuan ke polisi, identitas penanggungjawab aksi tak dicantumkan jelas dengan KTP. Tidak mencantumkan rute yang akan dilewati massa, tidak mencantumkan isi spanduk, dan waktu kegiatan tidak jelas karena memakai Waktu Papua (WP) sedangkan di Indonesia hanya dikenal WIB, WITA dan WIT, itu sudah alasan mengada-ada namanya,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Rabu (23/3/2016).
Politisi NasDem itu menyayangkan sikap polisi tersebut. Ia menduga ada alasan lain dibalik sikap Polres Jayapura Kota yang tak mengizinkan mahasiswa melakukan demo menolak Menkopolhukam datang ke Papua. Ia meminta polisi tak menilai setiap aksi mahasiswa dari sisi negatif.
“Kepolisian stop menilai aksi mahasiswa dari sisi negatif saja. Alasan penolakan tak jelas. Itu menunjukan Kepolisian masih menutup ruang demokrasi di Papua,” ujarnya.
Kadepa yang selama ini selalu mengkritisi setiap pernyataan Luhut mengenai kondisi Papua karena dinilai arogan menyatakan, secara pribadi mendukung aksi demo mahasiswa itu.
“Saya mendukung aksi tolak Luhut ke Papua oleh mahasiswa dan rakyat Papua. Kami tidak membutuhkan orang seperti Luhut Panjaitan. Dia sudah sering kali menyakiti hati kami orang Papua,” katanya.
Hal yang sama dikatakan politikus lainnya, Emus Gwijangge. Menurutnya, polisi harusnya tak perlu membungkam demokrasi di Papua. “Selama aksi demo itu tak anarkis dan mengganggu, saya rasa wajar-wajar saja. Kenapa harus dilarang. Biarkan mahasiswa menyampaikan aspirasinya,” kata Emus.
Menurutnya, menyampaikan pendapat di muka umum dijamin undang-undang. Untuk itu politikus Demokrat tersebut berharap polisi bijaksana dalam menyikapi setiap aksi demo damai. (Arjuna Pademme)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.