Berita

UNESCO: Setiap Tahun, Tiga Bahasa Papua Punah

UNESCO
Jakarta-- Ketua Harian Komisi Nasional untuk Badan Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Dunia (UNESCO) Profesor Arief Rachman mengatakan dua-tiga bahasa ibu di Papua punah setiap tahun.
"Setiap tahun, kami kehilangan dua-tiga bahasa di Papua karena tidak digunakan," ujar Arief Rachman dalam peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Kedutaan Besar Bangladesh, Ahad (21/2).
Menurut Arief, Indonesia memiliki sedikitnya 783 bahasa ibu yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dan hampir empat ratusan diantaranya berada di Papua. Sayangnya, keanekaragaman bahasa ibu di Papua semakin menyusut karena tidak digunakan.
"Dengan jumlah bahasa ibu yang sebanyak itu, kami membutuhkan satu bahasa nasional, Bahasa Indonesia, namun bukan berarti bahasa ibu tidak lagi digunakan," kata dia.
Menurut Arief, bahasa adalah alat yang paling kuat untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya benda maupun tak benda suatu bangsa.
"Kalau suatu bahasa hilang, hilang pula suatu tradisi atau budaya," kata dia.
Oleh karena itu, Arief mengimbau para orang tua untuk membiasakan anak-anak mereka berbicara dalam bahasa ibu mereka. Meskipun demikian, ia tak menyangkal bahwa desakan secara sosial untuk bicara dalam bahasa nasional maupun asing sangat tinggi saat ini.
"Tetapi paling tidak, dalam lingkup keluarga, bahasa ibu sebisa mungkin harus tetap digunakan," ujar dia.

Arief mengatakan UNESCO mendukung semua upaya untuk mempromosikan penyebaran bahasa ibu yang hasilnya tidak hanya akan memperkuat keanekaragaman linguistik dan pendidikan multilingual, tetapi juga tradisi dan budaya di seluruh dunia.

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.