Alam

Kasad: Tim Ekspedisi Bertugas Mendata Kekayaan Alam Papua

Kasad TNI AD Jenderal Mulyono (Istimewa)
Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengemukakan tugas utama dari tim ekspedisi Papua adalah mendata dan memetakan kekayaan alam dan sumber daya manusia serta berbagai persoalan yang ada di wilayah Papua Barat. Terutama yang selama ini belum banyak terekspose dan diketahui oleh masyarakat luas.
“Hasil pendataan dan pemetaan nanti dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan ilmu pengetahuan yang berguna untuk masyarakat umum maupun saran dan masukan untuk merumuskan pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat,” kata Mulyono dalam keterangan pers yang diterima SP, Minggu (31/1).
Ia menjelaskan masih banyak potensi sumber daya alam yang belum tercatat dan teridentifikasi. Berbagai persoalan sosial di berbagai pelosok tanah air seperti Papua juga belum tersentuh dan mendapat perhatian yang memadai. Karena itu, inventarisasi hal-hal tersebut sangat penting. Tujuannya untuk membantu pemerintah merumuskan solusinya sehingga pada gilirannya akan mendorong kesejahteraan sosial sekaligus meningkatkan keamanan dan pertahanan nasional.
“Mengingat sangat luasnya wilayah Papua, maka ekspedisi ini diprioritaskan di wilayah Papua Barat. Harapannya, selain medannya lebih baik, ditinjau dari aspek keamanan juga memiliki resiko yang relatif lebih kecil dibandingkan daerah lain di Papua,” tegas Mulyono.
Dia menjelaskan pelaksanaan ekspedisi dimulai awal Februari sampai akhir Mei 2016. Ekspedisi tersebar dalam 8 Sub Korwil Daerah, meliputi daerah Tambarauw, Sorong, Sorsel, Mansel, Bintuni, Wondama, Fakfak dan Kaimana. Ada tiga aspek kegiatan yang dilakukan.
Pertama, aspek penjelajahan meliputi penjelajahan gunung, hutan, rawa dan sungai serta garis pantai. Kedua, aspek penelitian meliputi kegiatan pendataan dan pemetaan kajian di bidang kehutanan, geologi, potensi bencana, flora fauna dan sosial budaya. Ketiga, aspek pengabdian masyarakat yang akan difokuskan pada kegiatan pelestarian alam, peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan KB, penyuluhan keluarga pra sejahtera, bakti sosial dalam rangka membantu percepatan pembangunan di wilayah Papua Barat.
“Ketiga aspek tersebut diharapkan saling bersinergi, sehingga dapat meningkatkan wawasan kebangsaan dan kecintaan kita kepada tanah air serta semangat untuk bersama-sama membangun bangsa dan terus memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat,” tutur Jenderal bintang empat ini.
Sebagaimana diketahui, pada Kamis (29/1) lalu telah diberangkatkan 1.200 personel ekspedisi ke Papua Barat. Tim itu diberi nama Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka terdiri atas 670 personel TNI/Polri (396 personel pusat dan 274 personel daerah), 530 personel sipil (344 personel pusat dan 186 personel daerah) yang terdiri dari relawan, mahasiswa dan tenaga ahli. Robertus Wardi/CAH

About Roy Karoba

Powered by Blogger.