Adat

Pencuri Kayu, Babat Hutan Adat di Papua

Papua - Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi Sorong, Provinsi Papua Barat, Silas Kalami melaporkan pencurian kayu di kawasan hutan masyarakat adat Makbon kepada Polres Sorong. 
"Laporan LMA tersebut sedang ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Sorong guna proses hukum lebih lanjut," kata Ketua LMA Silas Kalami di Sorong, Senin (02/11/2015).
Ia mengatakan, pembalakan pohon tanpa izin di kawasan hutan adat Makbon sangat marak dan bukan dilakukan oleh masyarakat adat pemilik tanah kawasan hutan.
Masyarakat adat pemilik tanah kawasan hutan Makbon sangat menjaga dan melestarikan kawasan hutan dengan tidak melakukan penebangan pohon secara liar.
Oleh karena itu, katanya, selain melaporkan pihak kepolisian LMA juga melaporkan kepada pihak Dinas Kehutanan sebab penebangan secara liar dapat merusak hutan.
Dia mengakui bahwa masyarakat adat pemilik tanah kawasan hutan Makbon juga melakukan penebangan pohon untuk kebutuhan membangun rumah namun tidak secara liar serta menanam pohon pengganti agar hutan tetap terjaga.
Penebangan liar yang terjadi belakangan ini, lanjut dia, bukan untuk membangun rumah tetapi untuk dijual dan tidak ada penanaman pohon pengganti.
"Kami minta kepada kepolisian maupun pihak kehutanan agar pelaku penebangan pohon secara liar di kawasan hutan masyarakat adat Makbon dapat diproses hukum sehingga masyarakat lain tidak semaunya menebang pohon secara liar," tambah dia.
Sumber : www.imanews.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.