Berita

Mahasiswa Uncen Demo Tolak Biaya Skripsi Dan Yudisium, Tepatkah?

Spanduk tuntutan mahasiswa Uncen yang melakukan aksi demonya, Senin (16/11) kemarin.
Papua – Sejumlah mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Universitas Cenderawasih (KMUC), Senin (16/11) kemarin kembali melakukan aksi demo guna menyampaikan beberapa tuntutan mereka kepada pihak kampus.
Dalam aksi yang berlangsung di gapura selamat datang kampus Waena Universitas Cenderawasih, mahasiswa yang melakukan aksi demo hingga menutup akses perkuliahan ini memberikan enam tuntutan utama guna diketahui petinggi-petinggi kampus.
Salah satu tuntutan yang menarik perhatian adalah KMUC meminta seluruh jajaran kampus Universitas Cenderawasih untuk menghilangkan biaya maju sidang skripsi dan biaya acara yudisium yang dianggap sebagai pungutan liar dari kampus untuk mahasiswa.
Meski dalam spanduk yang digunakan dalam melakukan aksi tuntutan tertulis alasan penolakan ini, yakni sebagai acuan dari janji mantan Pembantu Rektor Tiga Paulus Homers, pertanyaan yang timbul apakah sudah tepat tuntutan mahasiswa Uncen ini mengenai biaya skripsi dan yudisium?
Sebagai perbandingan, di beberapa kampus ternama Tanah Air, seluruh mahasiswa yang akan melakukan sidang skripsi hingga yudisium dan bahkan wisuda, seluruh beban biaya dilimpahkan sepenuhnya kepada mahasiswa.
Kecuali bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh, biaya skripsi dan yudisium ini tak pernah terdengar menjadi tanggung jawab kampus apalagi disebut pungutan liar.
Untuk itu, sudah tepatkah demo dari mahasiswa Uncen ini dalam menolak biaya skripsi dan yudisium?
Informasi yang dihimpun HarianPapua.com, hingga hari ini mahasiswa-mahasiswa tersebut masih melanjutkan aksi tuntutannya yang menyebabkan beberapa kampus yang terletak di Waena ikut diliburkan seperti Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik.
Pendemo berjanji baru akan mengakhiri aksinya jika Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Onesimus Sahuleka SH, M.Hum datang untuk menemui mereka secara langsung.
Berikut enam tuntutan Koalisi Mahasiswa Universitas Cenderawasih (KMUC):
1. Menuntut pengembalian SPP tunggal sebesar Rp. 3 juta per mahasiswa.
2. Menolak biaya KKL, Magang, Skripsi, Yudisium yang dianggap sebagai pungutan liar.
3. Pertanggungjawaban janji Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP).
4. Kampus Universitas Cenderawasih diminta tidak lakukan pungutan liar kepada mahasiswa.
5. Meminta kampus Universitas Cenderawasih menghentikan proses pembayaran SPP tunggal.
6. Meminta agar mahasiswa angkatan 2016 dapat melakukan pembayaran SPP seperti biasa.


About WP News

Powered by Blogger.