Berita

Legislator Papua Akui Pelayanan Kesehatan di Sejumlah RS Masih Lemah

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nason Uti – Jubi/Doc
Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Nason Utti mengakui jika hingga kini pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di beberapa Rumah Sakit (RS) di Papua masih lemah. Masyarakat masih sering mengeluh tak mendapat pelayanan sesuai yang diharapkan. Ia mengatakan, kini yang jadi Pekerjaan Rumah (PR) adalah pelayanan di rumah sakit.
“Yang jadi PR bagi kami kini adalah pelayanan rumah sakit. Pelayanan saya akui masih lemah. Banyak dokter yang merasa gajinya kecil di rumah sakit pemerintahan sehingga banyak jadi dokter prakter,” kata Nason Utti, Jumat (13/11/2015).
Menurutnya, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di berbagai wilayah, Gubernur Papua, Lukas Enembe membuat kebijakan mendorong pembangunan rumah sakit regional di lima wilayah adat yaitu Saireri, Mamta, Lapago, Meepago, dan Anim Ha.
“Misalnya pembangunan di wilayah Saireri dilakukan di Biak. Tapi tetap dibangun di Serui. Di wilayah Meepago, Nabire tapi tetap dibangun di Paniai, Intan Jaya, Mimika. Deiyai dan Dogiyai disiapkan pelan-pelan. Wilayah Lapago, RSUD Wamena dari tipe D didorong naik jadi tipe C dan B. Tapi di wilayah lain juga didorong di kabupaten terdekat. Begitu juga di Marauke dan Jayapura,” ucapnya.
Salah satu rumah sakit di Kota Jayapura yang pelayanannya kerap dikeluhkan masyarakat adalah RSDU Dok II. Mulai dari pelayanan medis yang dinilai tak maksimal, hingga ketersediaan obat.
Beberapa waktu lalu, salah satu kemoterapi RSDU Dok II Jayapura, Esye Karubuy seorang warga Dok IX, Kota Jayapura mengeluhkan habisnya stok obat untuk pasien kemoterapi di RS itu.
Akibat berbagai masalah yang sering terjadi di RSUD Dok II Jayapura dan dikeluhkan masyarakat direspon Pemerintah Provinsi Papua. Beberapa waktu lalu, Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, berencana melakukan perombakan terhadap manajemen rumah sakit itu.
“Apa yang terjadi di RSUD Jayapura itu sudah pasti terjadi seperti itu, jadi kedepan akan kita rombak semua mulai dari pengusahanya hingga staf yang ada pada rumah sakit tersebut,” kata Enembe pertengahan September lalu. (Arjuna Pademme)

About Karoba News

Powered by Blogger.