Alam

Komisi I DPRP Ingin Semua Izin Perusahaan Sawit Dicabut

Ilustrasi Perkebunan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat - Jubi/Doc
Jayapura, Jubi – Komisi I DPR Papua (DPRP) bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan HAM menyatakan, Jumat (30/10/2015) sore, kedatangan beberapa perwakilan Suku Yerisiam dari Kabupaten Nabire.

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, kedatangan perwakilan Suku Yerisiam itu, meminta Komisi I DPR Papua menyampaikan aspirasi masyarakat ke pihak terkait. Suku Yerisiam ingin pencabutan izin PT. Nabire Baru, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Nabire.
Komisi I DPR Papu mendukung sikap Suku Yerisiam. Tak hanya ijin perusahaan PT. Nabire Baru yang dicabut, namun semua izin perusahaan sawit di Papua.
“Kami mendukung aspirasi masyarakat Suku Yerisiam, yang ingin perusahaan sawit PT. Nabire Baru dicabut. Kami minta pemerintah segera mencabut izin usaha semua perusahaan sawit seluruh Papua,” kata Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, akhir pekan lalu.
Kata Kadepa, keberadaan perusahaan sawit di Papua tak menguntungkan masyarakat adat. Justru sebaliknya, hutan adat terus tergerus akibat pembukaan lahan sawit. Perlahan-lahan, masyarakat adat Papua yang selama ini menggantungkan hidup dengan berburu, berkebun dan meramu, mulai kehilangan tempat mereka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun sayangnya lanjut Kadepa, kondisi itu tak membuat pemerintah yang ada di Papua khawatir. Para pemangku kepentingan seolah menutup mata dengan kondisi masyarakat adat Papua kini.
“Ketika sawit terus dikembangkan di Papua, disaat bersamaan masyarakat adat Papua terus terpinggirkan. Mereka hanya jadi penonton ketika hutan dan lahan adat mereka “disulap” menjadi perkebunan sawit. Ini jelas tak adil,” ucapnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda pekan lalu. Menurutnya, Parlemen Papua meminta kepada Gubernur Lukas Enembe mencabut izin perkebunan kelapa sawit yang ada di Papua.
“Saya tak pernah setuju jika ada investor kelapa sawit yang masuk ke Papua. Saya menduga ada maksud lain dibalik itu. Saya secara pribadi tidak setuju namanya kelapa sawit di Papua. Kelapa sawit sebenarnya merusak lingkungan,” kata Wonda. (Arjuna Pademme)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.