Berita

Hati-Hati, Pelanggaran HAM Di Papua Tidak Akan Pernah Habis

para pengunjuk rasa yang melakukan demo demi tuntasnya kasus pelanggaran ham di paniai (foto : google)
Papua – Hanya karena melakukan orasi dan mengeluarkan pendapatnya salah satu tokoh masyarakat Papua, Filep Karma, harus mendekam di Lapas Abepura untuk waktu yang cukup lama yaitu 10 tahun dan 11 bulan. Itu baru berorasi dengan mengatakan apa yang ingin dikatakannya sebagai warga negara karena setiap warga negara dilindungi dengan pasal 28 tentang kebebasan berekspresi dan berpendapat.
Namun Filep Karma tidak mendapatkan jaminan itu dan bahkan harus mendekam puluhan tahun di Lapas Abepura.
“Penyelesaian permasalahan pelanggaran HAM dan ketidakadilan di Papua tidak akan bisa dicapai jika rakyat Papua justru dibungkam dan dipenjarakan ketika mengungkapkan kritik dan kekecewaannya” kata Direktur Utama (Dirut) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) seperti dilansir via suarapapua.com.
“Jaminan perlindungan kebebasan berekspresi dan berpendapat rakyat Papua adalah jembatan yang harus dibangun dan dijaga untuk kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Papua” tambahnya.
Beliau juga tidak lupa turut mengucapkan selamat datang kembali kepada tokoh masyarakat Papua, Filep Karma dan mengatakan bahwa rakyat Papua harus lantang berbicara tentang ketidakadilan yang terjadi hingga saat ini di tanah Papua.
“Selamat datang kembali Bapak Filep Karma, terus suarakan dengan lantang ketidakadilan yang bapak dan rakyat Papua masih terus alami hingga hari ini di bumi Papua” tutupnya.

About Karoba News

Powered by Blogger.