Berita

Hanya Bawa Dampak Buruk, Freeport Harus Angkat Kaki

Areal PT. Freeport
Papua – Wacana perpanjangan kontrak karya baru bagi PT Freeport Indonesia terus mendapatkan response dari berbagai banyak pihak termasuk kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua.
PT Freeport yang dinilai tidak membawa dampak positif bagi masyarakat Papua diharuskan untuk segera ditutup dan tidak diperpanjang lagi kontrak karya yang akan habis pada tahun 2019 tersebut.
Ruben Magai, salah satu anggota DPR Papua mengatakan bahwa keberadaan PT Freeport di tanah Papua bukan membawa dampak yang positif terhadap masyarakat Papua namun sebaliknya PT Freeport membuat masyarakat Papua semakin hari semakin dicap dengan label ‘Separatis’ yang membuat pandangan publik NKRI terhadap tanah Papua menjadi miris.
“DPR Papua setuju jika PT Freeport ditutup dan tidak boleh perpanjang kontrak kerjanya lagi di Papua” kata Ruben.
Kehadiran PT Freeport juga dinilai merusak budaya dan lingkungan yang berada di area pertambangan tersebut meskipun diakui pihak PT Freeport bahwa limbah perusahaan telah dimaksimalkan dengan baik.
“Atas nama DPR Papua dan seluruh rakyat yang punya hak ulayat, dengan tegas saya mengatakan bahwa keberadaan Freeport ini tidak memberikan hal-hal positif bagi orang Papua. Jadi saya minta kepada pemerintah pusat, lebih baik Freeport itu ditutup karena tidak memberikan dampak yang signifikan kepada orang Papua” terangnya.

About Karoba News

Powered by Blogger.