Berita

DPR RI : RUU Otsus Papua Bisa Tuntaskan Masalah Freeport

Gedung DPR RI
Jakarta - Desakan agar segera disempurnakannya RUU Otonomi Khusus (Otsus) Papua kembali mengemuka. Pasalnya, pada draft RUU tersebut diyakini bisa menyelesaikan beragam permasalahan yang terjadi di Papua.
"Di dalam draf UU perubahan Otsus yang baru ini memang sudah ter-cover di dalamnya permasalahan-permasalahan di Papua seluruhnya termasuk Freeport. Masalah Freeport ini kan ada masalah tanah, ada masalah ketidakadilan maupun masalah kesejahteraan masyarakat di sekitar proyek. Inilah masalah yang dari waktu ke waktu tidak selesai juga," kata anggota DPR RI asal Papua, Soeleman Hamzah, dalam diskusi bertajuk Parapara Otsus, di Jakarta, Sabtu (28/11/2015).
Dia mengatakan, bila RUU tersebut disahkan, maka bukan tidak mungkin permasalahan Freeport yang terjadi di Papua bisa terselesaikan. "Demikian juga masalah yang timbul akibat investasi besar lainnya," ucapnya.
Saat ini, sambungnya, draft revisi RUU Otsus Papua sudah diajukan ke semua fraksi oleh tim dari papua. Meskipun sebetulnya, draft tersebut pernah dibahas DPR periode lalu. Bahkan, Soelaiman mengatakan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada akhir masa jabatannya sudah memberi signal akan mengesahkannya.
Namun, karena situasi dan waktunya tidak memungkinkan lalu di-pending. "Draft ini akan dan harus dibahas lagi oleh legislatif periode sekarang," ujar politikus Partai Nasdem itu.
Di tempat yang sama, pengamat Papua dari Irian Institut, Moksen Sirfefa, mengatakan, otsus adalah opsi yang paling visible dan moderat yang ditawarkan pemerintah kepada masyarakat Papua pada 1999 silam.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah mempunyai kewajiban menjaga dan mendorong pelaksanaannya terus berlanjut. "Dengan tuntutan perubahan yang ada, tidak ada jalan lain kecuali merevisi bagian di dalam UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua yang tidak sesuai dengan semangat zaman," katanya. (Ari)

Sumber : www.okezone.com

About Karoba News

Powered by Blogger.