Berita

32 Anak Meninggal Di Nduga Diduga ISPA, Tim Dinkes Papua Diturunkan

Ilustrasi pelayanan kesehatan di Papua – Jubi/Dok.
Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga Mesak Kogoya mengatakan 32 anak usia dua tahun ke bawah diduga berawal dari musim kering hingga menyebabkan anak-anak menderita Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibatnya ternak babi, ayam dan anjing juga tewas.
“Kami mendapat laporan itu dari Kepala Puskesmas Nbuwa dan tim langsung turun ke lapangan pada 16 November lalu,”katanya kepada Jubi di sela-sela Raker Dinas Kesehatan dan Peluncuran Buku Melawan Badai Kepunahan Gebrakan Papua Sehat Menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera di Auditorium Uncen, Selasa(24/11/2015).
Dia menambahkan saat tim dari Dinas Kesehatan Nduga dan Wamena turun terdapat tiga balita yang meninggal. “Sampai saat ini belum ada laporan lagi dan saya belum kontak untuk mengecek perkembangan terkini,”katanya.
Berikut laporan kematian yang diterima Jubi dari Kadinkes Nduga dari pihak Gereja Digilmo sebanyak lima anak, Gereja Imanuel delapan anak, Gereja Berapngin sebanyak empat anak, Gereja Opmo empat anak, Gereja Dal tiga anak, Gereja Labirik lima anak.
Menurut Kadinkes Nduga awal kematian mulai 20 Oktober sampai 11 November, saat mendapat laporan dari Puskesmas Mbuwa langsung bentuk tim pada 16 November lalu. “Tim langsung berangkat dan tiba di sana ditemukan lagi tiga anak yang meninggal,”katanya. Dia membantah bahwa tidak benar jumlah yang meninggal sebanyak 40 anak. Menurut dia dugaan penyakit adalah bronchitis pnemonia atau sesak nafas.

About Karoba News

Powered by Blogger.