Adat

Dewan Kesenian Tanah Papua Sesalkan Rumpun Tabi Tak Ikut Festival Kreasi Papua

????????????????????????????????????
Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua Jhon Modouw
Biak, Jubi – Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua Jhon Modouw menyayangkan beberapa kabupaten dan kota yang tidak mengambil bagian dalam pelaksanaan Festival Seni Kreasi Papua, secara khusus kota dan kabupaten yang berada dalam rumpun Tabi (Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Maberamo Raya).
“Budaya di tanah Papua, barometernya ada dalam rumpun tabi, namun hanya Kabupaten Jayapura yang aktif dalam setiap penyelenggeraan kegiatan ini. Sebenarnya ada apa?” kesal Jhon Modouw saat ditemui di Lapangan Putra Angkasa tempat Festival Kreasi Papua dilaksanakan, Senin (19/10/2015).
Dikatakannya bahwa, kegiatan Festival Kreasi Papua adalah agenda Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Parawisata. Gubernur telah mengirim radiogram ke seluruh Pemerintah Daerah di Papua untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Namun hanya Kabupaten jayapura yang berpartisipasi.
“Kalau yang ini adalah festival kreasi, budaya kita yang sesungguhnya kita kreasikan melalui sendra tari, drama dan juga nyanyian,” ujarnya.
Festival ini rutin dilaksankan setiap tahun. Melalui ajang festival seni kreasi Papua ini pemprob berharap ada ada tali persaudaraan yang tetap terjalin.
“Secara sadar kita telah menceritakan siapa kita sesungguhya melalui penampilan-penampilan teatrikal di atas panggung. Ada lagu-lagu yang menceritakan kehidupan masa lampau dan disitulah rasa persaudaraan diantara kita akan terjalin dengan baik, sebab bangsa yang besar harus tahu dan punya budaya,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan ketidakhadiran perwakilan dari sejumlah kabupaten/kota merupakan keputusan pemerintah daerah masing-masing.
“Misalnya di Merauke dan Mimika kita maklumi karena penerbangan di daerah itu sangat sulit karena masih ditutupi asap tebal, semenatar daerah lain yang tidak datang dalam ajang ini mungkin karena kita ini berbeda provinsi ka? Saudara kita yang di Puncak Jaya dan Deyai jauh-jauh bisa datang. Yang tidak datang berarti tidak membaca atau menerima radio gram dari saya,” pungkasnya. (Engel Wally).


About Karoba News

Powered by Blogger.