AMP

Sikapi Kebrutalan TNI di Papua, AMP Akan Gelar Aksi Serentak

Pemakaman Korban Kebrutalan TNI di Timika, PAPUA
Yogyakarta,02/09/2015 - Perilaku Negara Penjajah Indonesia melalui aparat keamanan atau gabungan militer Indonesia masih saja melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap rakyat sipil dan Tokoh Papua.
Tercatat dalam Sejarah, Pada dekade 1960an - 1970an; pengkondisian, pencaplokan, kependudukan, pembantaian, pembunuhan massal, genosida, penculikan, pemenjarahan, pengejaran, Dan membumi hanguskan daerah-daerah di Wilayah Adat Papua masih terjadi dari yang kelihatan hingga sistematis.
Kurang lebih tercatat dari 800ribu jiwa orang Papua setelah aneksasi 1 Mei 1963 hingga konsiparsi memenangkan Pepera Juli-Agustus 1969 jumlah orang Papua yang dibunuh dalam operasi-operasi Militer Indonesia mencapai 500ribu jiwa.
Dari pembunuhan para Tokoh-Tokoh Papua hingga rakyat sipil, sampai hari ini masih terjadi dan dapat kita lihat. Pencatatan Stantistik Populasi Orang Papua di Tanah Papua semakin menurun.
Data 2013/2014 mencatat jumlah orang Papua rata-rata 1,7juta jiwa. Sedangkan non-Papua 2juta jiwa. Data tahun ini 2015, Bulan Mei mengabarkan bahwa jumlah orang Papua 1,5juta jiwa dan non-papua 2,3 juta jiwa. Tidak hitung tahun, dalam beberapa bulan saja jumlah orang Papua berkurang 200ribu, pembunuhan secara kelihatan mau pun sistematis.
Kasus Penembakan di Timika, Jumat 28 Agustus 2015 yang menewaskan dua warga sipil (Emanuel Mailmaur/L/23tahun dan Yulianus Okoware/L/23tahun), tiga warga sipil dan satu pelajar SMA kritis di RSUD SP IV dan V Mimika adalah sebuah tindakan tidak manusiawi oleh Tentara Indonesia.
Kasus-kasus penembakan oleh gabungan militer Indonesia dalam beberapa bulan ini atau aksi ketidak manusiawian yang rentetan, seperti; Lanny Jaya (membumi hanguskan), Timika (Konflik suku yang disebabkan oleh TNI/POLRI), Paniai (Penenmbakan 5 pelajar, anak, peremuan dan petugas satpan, RT Kampung awabutu), Ugapuga (Penenmbakan warga sipil, Dogiyai), Yahukimo (Penenmbakan warga sipil dan pengejaran), Tolikara (Penenmbakan terhadap warga sipil) dan pada hari kamis 27 Agustus 2015 penculikan oleh Densus 88 terhadap tiga warga sipil di Base-G, Jayapura. Mereka yang diculik adalah Wilhelmus Awom (L/26), Selemon Yom (L/27), Yavet Awom (L/19) oleh Densus 88.
Kejadian di Base-G, Jayapura dan Timika pada Jumat 28 Agustus Kemarin adalah waktu yang bersamaan. Di Sorong sampai Merauke masyarakat sipil Papua selalu diperhadapkan oleh kekejaman Militer Indonesia. Hak asasi manusia Papua seakan-akan tidak berguna di negrinya sendiri, di Rumahnya sendiri.
Negara Kolonial Indonesia memakai Militerisme sebagai alat untuk terus menguasai wilayah adat Papua, terus memburu manusia Papua yang mempertahankan hak asasinya, dan memperluas wilayah kekayaan demi kepentingan ekonomi-politik bagi Negara-negara Kapitalisme.
Maka, untuk menyikapi tindakan brutal aparat TNI terhadap Rakyat Sipil Papua yang terjadi di Kabupaten Timika, pada tanggal 28 Agustus 2015, Aliansi Mahasiswa Papua [AMP], akan menggelar aksi serentak pada hari Rabu, 3 September 2015 di beberapa kota di daerah Jawa, diantaranya ; Jakarta, Bandung, Bogor, Jogja dan Malang.
Menurut keterangan yang dihimpun dari Abby D, selaku ketua Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Jogja, aksi serentak ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadab tindakan brutal militer Indonesia terhadap Rakyat Sipil Papua, yang terus terjadi, sejak tahun 1960an hingga saat ini. "Militer Indonesia selalu menggunakan senjata dan selalu saja bertindak brutal terhadap rakyat sipil di Papua, oleh karena itu, kami akan menggelar aksi serentak pada hari rabu besok, dengan menuntut rezim Jokowi - JK untuk segera memberikan Hak Menentukan Nasib Kepada Kami Rakyat Papua, sebab jika tidak, maka akan sangat mungkin dalam kurun waktu yang tidak lama lagi, Orang Asli Papua (OAP) sebagai pemilik tanah Papua akan punah, akibat kebrutalan aparat TNI-Polri yang ada di Papua", tegas Abby.
Abby pun menyeruhkan kepada seluruh elemen Rakyat Papua yang berada di kota Yogyakarta dan kota-kota lainnya di daerah Jawa, untuk dapat ikut terlibat dalam aksi damai yang akan digelar serentak pada hari Rabu, 03 September 2015. " Kami juga menyeruhkan kepada seluruh elemen rakyat Papua di Yogyakarta dan kota-kota yang lain untuk dapat ikut terlibat dalam aksi damai ini, untuk di Yogyakarta titik kumpul aksi berada di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I, dan aksi akan digelar pada pukul 08.30 Waktu Yogyakarta", kata Abby. [krbnews]
 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.