Adat

Kelola Potensi Kebudayaan, Pemprov Gelar Pesta Budaya XIII

Jayapura, Jubi – “Provinsi Papua sebagai pintu gerbang Indonesia ke kawasan Asia-Pasifik dengan jumlah penduduk kurang lebih 3.2 juta jiwa atau tidak lebih dari 1% penduduk Indonesia dan 70% tinggal di kampung-kampung atau daerah terpencil, terdiri dari berbagai suku dan etnis dan memiliki potensi alam yang begitu kaya.”

Demikian disampaikan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe pada pembukaan pesta budaya Papua ke-XIII di Taman Budaya Ekspo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua, David Pagawak, Kamis (10/9/2015). Kekayaan alam Papua meliputi sektor pertambangan, kelautan, perikanan, perkebunann dan memiliki pula aneka ragam kebudayaan yang unik.
“Kondisi ini mendorong kita segera mengelola melakukan terobosan-terobosan untuk mengelola kekayaan dalam mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat kita di provinsi ini,” kata David Pagawak.
Menurut Pagawak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengedepankan kebijakan stategis sebagai langkah terobosan mengelola potensi tersebut sebagaimana tercermin dalam visi Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu ‘Mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera’.
“Kebudayaan juga merupakan aset bangsa yang patut dibina dan dikembangkan sebagai upaya pelestarian sekaligus dikelola guna memberi dampak positif terhadap adanya pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung, sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat bagi adanya peningkatan kesejahteraan rakyat di kampung-kampung,” katanya.
Ia melanjutkan, pembangunan di bidang kebudayaan memiliki peran yang besar dalam memperkokoh ketahanan budaya, identitas dan pembangunan karakter bangsa yang berbudaya dan bermartabat serta melaksanakan kegiatan yang mendukung program keragaman budaya Papua.
“Itulah sebabnya kebudayaan menjadi penting. Dengan demikian saya tegaskan, bahwa kita akan terus melakukan upaya penggalian, pengembangan dan perlindungan nilai-nilai budaya kita melalui kegiatan-kegiatan yang tentunya terprogram dan tertata baik, searah dengan langkah kebijakan pemerintah saat ini, dalam ragka mewujudkan papu Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” jelasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Pesta Budaya Papua ke-XIII tahun 2015, Yermias C. Koridama menuturkan, jumlah peserta yang ikut dalam pesta budaya tersebut sebanyak delapan kabupaten, yakni Kabupaten Deiyai, Paniai, Nabire, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Puncak dan Sarmi.
“Materinya ada dua, yakni pementasan dan pameran. Untuk pementasan adalah cerita rakyat, tari tradisional dan musik tradisional. Sedangkan untuk pameran, yaitu kuliner tradisional, pameran benda-benda budaya dan obat-obatan tradiional,” ujar Yermias yang juga adalah Kepala Seksi Pembinaan Kesenian, Perfileman/Perijinan dan Permusiuman pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua itu. (Abeth You).

About WP News

Powered by Blogger.