Berita

Kasad Periksa Kesiapan Pasukan, Akhir Pekan Ini Diberangkatkan ke Perbatasan RI-Papua Nugini

CEK PERSONEL: Mulyono (tengah) saat mengunjungi Batalyon Infanteri 600/Raider Balikpapan, Manggar. (ANGGI PRADITHA/KP)
Balikpapan - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyambangi Markas Yonif 600/Raider Manggar, Senin (10/8). Kunjungannya untuk memeriksa kesiapan operasi penugasan penjagaan perbatasan RI-Papua Nugini yang akan diberangkatkan, Sabtu (15/8) mendatang.

Ini adalah kunjungan pertama ke Balikpapan setelah menjabat sebagai Kasad belum lama ini. Mulyono menuturkan, penugasan ini bersama tiga pasukan batalion dan satuan tugas (satgas) brigadir. Terdiri dari Batalyon 142 dari Jambi, 301 dari Siliwangi, Batalyon Infanteri 600/Raider Balikpapan.

“Operasi penjagaan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) ini difokuskan untuk melihat kondisi di perbatasan tersebut. Karena perbatasan merupakan kedaulatan negara. Adanya aksi pelanggaran batas wilayah, penyelundupan senjata, perompakan pembajakan, dan dalam situasi apapun, tetap selalu menjadi tanggung jawab untuk diamankan serta dijaga,” tutur lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1983 ini.

Ia menjelaskan, para prajurit telah siap diberangkatkan dalam misi pengamanan tersebut. Mereka harus mengikuti perkembangan situasi perbatasan RI-Papua Nugini, termasuk kebijakan atau klaim terbaru kedua negara. Hal ini perlu diketahui oleh seluruh prajurit yang bertugas, sehingga tidak ada kesalahan prosedur dalam operasi.

“Harus profesional, siaga, dan persiapan apapun harus dilakukan. Agar operasi perbatasan ini dalam keadaan maksimal dan berhasil,” jelas Mulyono.
Selain itu, kata dia, TNI AD dan Kementerian Pertanian juga sudah bekerja sama selama enam bulan dalam rangka memperluas dan meningkatkan hasil panen di Indonesia. Ditargetkan hingga akhir September.

“Hasilnya sudah mulai terlihat. Hal ini juga menjadi perhatian untuk melindungi dan mengawal serapan panen ini agar betul-betul memberikan serapan panen untuk kesejahteraan masyarakat. Target nasional 2,5 juta ton beras dan hasilnya saat ini 1,5 juta ton, sehingga dikejar agar bisa diserap untuk bisa menjadi stok. Tak perlu impor karena Indonesia adalah negara agraris,” pungkasnya. (*/yue/rom/k15)

Sumber : www.kaltimpost.co.id

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.