Era Otsus, Hampir 90% Pedagang Asli Papua Tak Mendapatkan Tempat Jual Layak

Wajah Pasar di Papua diera Otsus. Foto: Hengky/MS
Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Di era Otonomi Khusus (Otsus) Papua, masih saja terdengar keluhan Mama-mama pedagang asli Papua karena kurang diperhatikan pemerintah. Mereka, dalam akses pasar, masih dinomorduakan, walau di atas kertas kebijakan dibuat untuk memprioritaskan orang asli Papua.

Meski mengalaskan tikar serta ditemani terik matahari dan debu, hingga kini pedagang asli Papua masih punya semangat untuk menjajakan barang daganganya di setiap pasar.

Zakarias Takimai dari Solidaritas Pedagang Asli Papua, mengharapkan keberpihakan kepada masyarakat asli harus dibuktinyatakan. Memberikan tempat yang layak adalah hal yang semestinya dilakukan pemerintah daerah sebagai keberpihakan kepada masyarakat asli Papua.

"Orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo sudah menjanjikan untuk membangun pasar di Jayapura, tetapi di daerah lain di Papua pedagang asli Papua masih berjualan beralaskan lantai, salah satunya di Pasar Karang Tumaritis Nabire. Ini harus diperhatikan pemerintah daerah," ungkapnya kepada majalahselangkah.com, Minggu (13/6/2015).

Menurutnya, 90% mayoritas pedagang asli Papua di Nabire tidak menjajakan jualannya di tempat yang layak. Hal itu diakibatkan karena beberapa faktor, salah satunya pendapatan yang kurang menjadi penghambat untuk membayar pajak.

Selain itu, sempitnya tempat jualan yang tersedia serta penataan yang kurang baik. "Masih ada lagi faktor lainnya seperti sampah yang kian banyak, mempersempit tempat parkir mobil arah SP dan mobil tujuan Dogiyai-Deiyai-Paniai, karena tidak ada terminal khusus," jelas Takimai.

Ia berharap pedagang asli Papua yang didominasi Mama-mama Papua yang berjualan beralaskan lantai bisa diberi perhatian yang serius oleh pemerintah daerah sekaligus menata pasar dengan baik. (Hendrikus Yeimo/MS)
Share:

Search This Blog

Support

Facebook