Deerd Tabuni: Mana Janji Dialog Jokowi?

Deerd Tabuni
Jayapura, Jubi – Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Papua beberapa hari lalu terus menuai kritik dari pihak DPR Papua. Setelah anggota DPR Papua, Ruben Magay dan Laurenzus Kadepa, kini kritikan dilontarkan anggota DPR Papua lainnya, Deerd Tabuni.
Meski mengapresiasi kedatangan Jokowi ke Papua, namun Deerd mengkritik mantan Gubernur DKI Jakarta itu ketika ke Papua, karena sama sekali tak membicarakan dialog damai Jakarta – Papua seperti yang dijanjikan Jokowi ketika merayakan Natal di Papua pada Desember 2014 lalu.
“Apa yang ditunggu-tunggu masyarakat Papua adalah janji yang disampaikan presiden pada Desember 2014 lalu, untuk membuka ruang dialog Jakarta-Papua, hingga kini tak terlaksana. Mana dialog yang dijanjikan Presiden Jokowi?” kata Deerd Tabuni via teleponnya, Rabu (13/5/2015).
Menurutnya, hal utama yang harus diselesaikan adalah masalah yang tak kunjung berakhir di Papua. Presiden jangan hanya datang melakukan kegiatan seremonial lainnya.
“Meski Presiden datang ke Papua tapi kalau tidak menyelesaikan konflik di Papua, maka itu tidak ada arti. Masyarakat Papua menunggu penyelesaian masalah Papua. Hal ini harus diperhatikan,” ucapnya.
Katanya, presiden harus membicarakan masalah Papua terlebih dahulu, terutama dalam menyelesaikan konflik hingga terjadi lagi pertumbahan darah seperti selama ini.
“Jadi harus bicara baik masalah di Papua,  baru kita bicara ekonomi dan infrastruktur. Salah satu cara menyelesaikan masalah di Papua dengan membuka ruang dialog damai Jakarta – Papua. Sesuai janji presiden,” katanya.
Sebelumnya, salah satu anggota DPR Papua Ruben Magay mengatakan, selama ini yang diinginkan masyarakat Papua adalah terlaksananya dialog damai Jakarta – Papua untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di provinsi paling Timur Indonesia itu.
“Ketika Natalan di Papua pada Desember 2014 lalu, Jokowi berjanji akan melakukan dialog. Itu yang kini ditunggu masyarakat Papua kapan pelaksanaannya. Namun kedatangan Jokowi kali ini, agendanya adalah kegiatan yang tak berdampak untuk masyarakat Papua,” kata Ruben Magay kala itu.
menurutnya, Jokowi datang atau tidak ke Papua, tak ada pengaruhnya. Hal yang diharapkan masyarakat Papua adalah Jokowi memenuhi janjinya melaksanakan dialog damai Jakarta – Papua.
“Hingga kini orang Papua terus dibunuh, ditangkap, dituding separatis, OPM, dan lainnya. Hal inilah yang membuat orang asli Papua ingin adanya dialog untuk mencari solusi masalah Papua,” ucapnya. (Arjuna Pademme)
Share:

Search This Blog

Support

Facebook