search tickets in here

Gubernur Papua :” Illegal Loging di Papua, Juga Bisa Dibom”

Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi/Alex
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi/Alex
Sentani, Jubi – Belajar dari Kementerian Kelautan Republik Indonesia yang mampu menenggelamkan sejumlah kapal nelayan asing yang melakukan pencurian ikan (Ilegal Fishing) di perairan laut Indonesia. Hal ini juga bisa dilakukan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia terhadap oknum – oknum yang melakukan aksi pencurian kayu (ilegal logging) dengan menggunakan kapal untuk membawa keluar ribuan ton kayu dari Provinsi Papua.

“ Yang curi ikan di perairan kita saja bisa di bom atau diledakan kapalnya, kenapa yang curi kayu tidak dilakukan dengan hal yang sama, sebagai pimpinan daerah saya tegaskan agar Kemenlinhut segera bentuk satuan tugas untuk mengawasi jalur – jalur pencurian kayu di wilayah ini,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Sentani, Selasa (7/4/2015).

Kata Gubernur, hutan di Papua saat ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, misalnya hutan di daerah Paniai yang menghubungkan Papua dan Papua Barat kalau di lihat dari udara sudah tidak ada pohon – pohon lagi. “Dengan demikian secara geografis 10-20 tahun yang akan datang dua pulau besar Papua dan Papua Barat akan putus dari bagian leher pulau Papua.hal ini dikarenakan ilegal loging yang dilakukan dan hasilnya paling banyak melalui laut untuk di bawah keluar dari Papua,”katanya.

Untuk menjaga hutan  dari pengguna HPH di daerah ini, lanjutnya, semua Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten di Provinsi Papua harus lebih teliti dalam memberikan ijin. “Apakah ijin tersebut menguntungkan atau tidak, belum lama ini banyak kayu dalam ilegal loging yang keluar dari Kabupaten Jayapura dan Keerom dan laporan tersebut sudah di meja saya,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Yan Yap Ormuserai membeberkan beberapa perusahaan kayu yang hendak membawa kabur hasil hutan Papua berhasil digagalkan oleh Petugas Keamanan. “Empat Kontainer kayu milik milik PT. IJP dan PT. SUM serta sembilan truk berisi kayu log di tangkap Polisi di Kabupaten Keerom dan saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib,”katanya. (Engelberth Wally).

Sumber : www.tabloidjubi.com

Post a Comment