SOLPAP: Penghasilan Mama-mama Papua Dirampas Para Imigran

4:25:00 PM
SOLPAP, mama-mama Papua serta mahasiswa melakukan longmarch menuju kantor Gubernur Papua. Foto: Thresia/MS
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Solidaritas Pedagang asli Papua (SOLPAP) bersama mama-mama Papua serta gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Jayapura pada Selasa (03/03/2015) melakukan aksi damai di kantor Gubernur Papua meminta pemerintah provinsi Papua untuk segera membangun Pasar permanen pedagang asli serta mengeluarkan aturan berupa perdasus untuk memproteksi komoditas jualan mama-mama karena penghasilan  dirampas imigran.

"Demonstrasi damai ini kita lakukan karena kami putra-putri anak bangsa Papua melihat betapa beratnya tantangan yang di hadapi mama-mama Papua dalam dunia usaha menengah kecilnya di tanah Papua," ungkap salah satu orator dalam orasinya.

Betapa tidak, di mana-mana di seluruh tanah Papua, posisi dan sumber penghasilan mama-mama Papua saat ini menjadi ancaman serius karena secara tidak lansung telah di rampas oleh Pendatang. Tidak hanya tempat jualan, tetapi juga komoditas yang dijual mama-mama Papua. (Baca: Besok SOLPAP akan Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur)
"Kami melihat situasi ini membuat mama-mama asli Papua tertekan karena beban hidup yang terus meningkat dibanding  penghasilan yang drastis menurun karena disebabkan oleh kaum pendatang," kata Robeth Jitmau, kordinator Solpap

Ia menambahkan, "Tidak ada bentuk usaha lain yang bisa di lakukan oleh mama-mama Papua, tetapi sesungguhnya yang menjadi harapan mereka adalah segala sumber daya alam yang menjadi sumber penghasilan utama dan satu-satunya menjadi harapan masyarakat untuk di kelola sebagai tempat perolehan nafkah guna menjawab kebutuhan hidup."

Menurutnya, pokok persoalan yang dihadapi yaitu segala potensi sumber daya alam yang biasa di kelola dengan menghasilkan nafkah untuk menjawab kebutuhan seperti pinang, sagu, kangkung, bete, kasbi, ikan kering serta jenis jualan lain yang kini dimonopoli kaum pendatang.

"Dan akibatnya pedagang asli Papua menjadi korban yang berkeping-keping di atas negerinya sendiri," jelas Jitmau.

Pada kesempatan itu wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal berjanji akan bikin peraturan gubernur terkait perlindungan terhadap komoditi lokal agar hanya dijual oleh pedagang asli Papua. (Baca: Wagub: Kami Akan Godok Pergub untuk Komoditi Lokal di Papua). (Theresia Fransiska Tekege/MS)

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »