search tickets in here

PMKRI Tolak Mako Brimob Dibangun di Jayawijaya

Ilustrasi: Brimob di Papua. Foto: Ist.
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) kota Jayapura menolak pembangunan Mako Brimob di Jayawijaya. Penolakan ini di sampaikan Frans Takimai, anggota PMKRI kepada wartawan saat Jumpa pers di sekretariat PMKRI Kamkey, Jayapura, Minggu (01/03/15).

"Kami melihat bahwa pembangunan Mako Brimob di Jayawijaya tidak memenuhi syarat sehingga kami keluarga besar PMKRI kota Jayapura menolak dengan tegas pembangunan Mako Brimob di Jayawijaya," tegas Takimai.

Menurut Takimai, PMKRI menilai, pembangunan Mako Brimob di Jayawijaya didorong kepentingan tertentu oleh pihak-pihak tertentu. Juga, mengingat ingatan penderitaan, seperti Wamena Berdarah, dan beberapa kekerasan lainnya yang mengindikasikan keterlibatan TNI/Polri dan Brimob, kehadiran Mako Brimob membuat warga semakin takut dan trauma.

"Kami menilai pembangunan Mako Brimbob di Jayawijaya, ada kepentingan-kepentingan terselubung," kata Takimai.

Di tempat yang sama, Soleman Itlay, mahasiswa asal Jayawijaya  juga anggota PMKRI  menegaskan penolakan atas pembanguna Mako Brimob.

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pernyataan Ketua DPRP Propinsi Papua, Yunus Wonda yang dengan tegas menolak pembangunan Mako Brimob di Kabupaten Jayawijaya," ujar Itlay.

Menurut Itlay, pada belasan Februari lalu, perwakilan mahasiswa Jayawijaya sudah bertemu dengan DPRD Jayawijaya menyampaikan tuntutan penolakan.

"Karena kami melihat selama ini, di Jayawijaya ada pro dan kontra antara masyarakat dengan masyarakat dan Masyarakat dengan pemerintah dan pada pertemuan itu kami kami minta agar buka ruang diskusi yang melibatkan berbagai pihak entah itu dari pemerintah, Gereja, TNI/Polri, tokoh adat, tokoh perempuan, dan lain-lain," jelas Itlay. (Theresia Fransiska Tekege/MS)

Post a Comment