search tickets in here

FIM Desak Komnas HAM Bentuk KPP HAM

Koordinator FIM, Melianus Duwitau. Jubi/Benny Mawel
Jayapura, Jubi – Forum Independen Mahasiswa (FIM) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera buat KPP HAM, terkait dengan penembakan empat siswa SMA yang ditembak mati oleh aparat pada 8 Desember 2014 di lapangan Karel Gobay, Enarotali, Paniai, Papua.
“Kami mendesak agar segera buat KPP HAM. Kami pikir Komnas HAM sudah membentuk KPP HAM. tetapi, ternyata hanya Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibuat. Dan sampai saat ini kerja tidak maksimal. Tidak membuahkan hasil apa-apa,” kata keoordinator FIM, Melianus Duwitau kepada Jubi, Senin (9/3/2015) di Abepura, Papua.
Duwitau mengatakan, Komnas HAM terkesan seperti takut-takut untuk melakukan investigasi secara independen. Katanya, barangkali karena ada tekanan dari aparat. Sebab, permainan aparat terlihat jelas. Pertama, polisi mengeluarkan statement bahwa, terkait dengang kasus Paniai, sangat sulit untuk ketemu saksi. Kedua, Dandim Paniai diganti sebelum masalah Paniai diurus sampai selesai.
“Ini adalah permaianan dari aparat untuk menutupi siapa pelaku yang sesungguhnya. Pada hal, seharusnya, tidak boleh. Denagn pergantian Dandim Paniai, memuat susah siapa yang harus diperiksa dan mementukan siapa pelaku penembakan sesungguhnya,” katanya.
Untuk itu, diharapkan agar Komnas HAM segera membetuk KPP HAM. Karena persitiwa yang menewaskan empat siswa di Paniai adalah pelanggaran HAM berat. Dan jika sampai, Komnas HAM dan tim investigasi yang turu tidak bisa mengungkapkan siapa pelakunya, maka dinyatakan, negara sedang membunuh oran Papu.
Sementara itu, Dani Yogi, anggota FIM tidak lama ini juga menyatakan hal yang sama. Komnas HAM harus segera membentuk KPP HAM. dan harus segera mengungkapna siapa pelakunya.

“Kami orang Papua bukan binatang Buruan, harus segera membuktikan kemampuan negara Indonesia untuk segera mengukap pelakunya,” kata Yogi. (Arnold Belau)

Post a Comment