Berita

Komnas HAM Papua Desak Pembentukan TPF Kasus Penembakan Paniai

Anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan orasi saat menggelar aksi demo di Bundaran Gladak Solo,
 Jawa Tengah, Rabu (10/12). Mereka menuntut pemerintah
 menghentikan kekerasan militer di Papua dan mendesak Presiden Jokowi 
segera mengusut kasus penembakan sejumlah warga sipil 
saat unjuk rasa di Lapangan Karel Gibai, Enarotali, 
Kabupaten Pinai, Papua, Senin (8/12). (sumber: Antara/Maulana Surya)
Jayapura - Empat warga di Kabupaten Paniai, Papua Senin (8/12/2014) lalu tewas tertembak. Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku penembakan tersebut. Terkait hal ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua mendesak dibentuknya tim pencari fakta (TPF).
Pembentukan TPF bertujuan agar kasus ini diselesaikan dengan cara cepat. Selain itu, juga diminta pembentukan  Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM,(KPPH).
"Rekomendasi Komnas HAM Perwakilan Papua telah diserahkan kepada Komnas HAM Pusat guna ditindak lanjuti," ujar Frits Ramandey Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, saat dihubungi Suara Pembaruan, Rabu (11/2).
Menurut Frits, kasus ini bisa memakan waktu lama dan bisa hilang begitu saja tanpa ada penyelesaian yang pasti. Sementara itu direncanakan, Rabu hari ini (11/2) sekitar pukul 11. 00 WIT Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR) Papua akan melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua, dan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menjelaskan hasil penyelidikan dari tim yang sudah dibentuk terhadap kasus penembakan empat warga sipil.
“Kami sudah mengundang Kapolda dan Pangdam untuk duduk bersama, guna menjelaskan hasil investigasi penyelidikan dan penyidikan yang sudah mereka lakukan terhadap kasus Paniai itu,” kata Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Selasa (10/2).

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.