Berita

Kadepa :Mungkin Para Pemimpin TNI dan Polri di Papua “Mabuk”?

Ilustrasi Demo Mahasiswa dan Masyarakat
di Halaman Kantor DPR Papua Desember
Lalu Menuntut Penyelesaian Penembakan Paniai -Jubi/Arjuna
Jayapura, Jubi – Terkait Kasus Paniai Berdarah, 8 Desember 2014 lalu, Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi A DPRP Papua menilai TNI/Polri ‘mabuk’ yang memimpin Papua saat ini.

“Masalah Paniai sebenarnya sudah jelas. Bukan hanya di Paniai tetapi juga di tempat-tempat lain di Tanah Papua. Pelakunya jelas bila memang ada niat diungkap,” kata Laurenzus Kadepa kepada wartawan di Abepura, Jayapura, Papua, Senin (12/1).

Lanjut Kadepa, bila semuanya jelas, ada alasan apa yang menyebabkan pihak-pihak terkait menyatakan ketidakmampuan mereka mengungkap kasus ini kepada media.
“Mungkin para pemimpin TNI/Polri di Papua ini mabuk. Masa penembakan brutal dilakukan dua institusi di Paniai pada Pkl. 10.00 WP. Korban yang masih hidup bersaksi pada saat kami berkunjung, mereka mengaku, pelaku penembakannya polisi dan tentara,” ujar Kadepa.

Kunjungan dilakukan Kadepa bersama Tim Investigasi DPRP Untuk Paniai selama tiga hari pada akhir Desember 2014 lalu berjumlah 10 orang dimana tujuh adalah anggota DPRP dan tiga berasal dari unsur aktivis HAM dan mahasiswa.
"Dari kesaksian ini, mengapa polisi dan TNI masih berat mengungkap pelaku. Anak-anak sekolah yang berseragam sekolah pada saat itu juga melihat dengan jelas pelaku penembakan ini adalah TNI/Polri tetapi mengapa tidak bisa diungkap,” tutur Kadepa lagi.
Termasuk juga, lanjut Kadepa, Kepala Desa Kampung Awabutu dengan berpakaian dinas melihat pelaku penembakannya adalah polisi. Bagi kadepa, ada unsur kesengajaan mengulur-ulur kasus ini agar masyarakat lupa dan tidak lagi mengungkit kasus ini.
“Tempat pertama yang kami datangi adalah Pondok Natal, tempat awal kejadian. Lalu selama tiga hari kunjungan, kami bertemu korban dan keluarga korban, lalu bertemu Kapolres Paniai dan terakhir kami menemui Dandim yang diwakilkan karena sedang tidak berada di tempat,” kata Kadepa lagi.
Terkait hal ini, Jhon NR Gobay, Ketua Dewan Adat Paniai kepada Jubi mengatakan penembakan terjadi siang hari dan begitu banyak pasang mata yang menjadi saksi sehingga TNI/Polri tidak perlu menghindar atau menutupi apa yang sebenarnya terjadi di Paniai.
“TNI/Polri juga tidak perlu khawatir nama baiknya akan menjadi buruk tetapi justru sebaliknya, ketika TNI/Polri mampu mengakui perbuatan ini dengan jantan maka citranya juga akan jadi baik di mata masyarakat Papua secara umum dan masyarakat Paniai secara khusus,” kata Gobay. (Benny Mawel)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.