Berita

Erna Mahuse: Perempuan Katolik Papua Tidak Akan Merayakan Natal

Erna Mahuse (Jubi/Mawel Benny)
Abepura, Jubi – Solidaritas Perempuan Asli Papua penganut Gereja Katolik Roma berencana menutup pintu rumah-rumah mereka dari aktivitas perayaan natal. Kue-kue natal atau makan enak yang menjadi ciri khas perayaan natal untuk mengungkapkan dan menyambut kelahiran putra Natal, Imanuel, tidak akan disediakan.
Pernyataan itu disampaikan, tokoh perempuan Katolik asli Papua, Erna Mahuse kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (12/12).
“Kami tidak akan merayakan natal sementara hati kami menjerit-jerit diujung senjata militer,” katanya serius.

Menurut Mahuse, wanita katolik asli Papua mengalihkan perayaan natal dengan merenungkan nasib anak-anak Papua. Wanita-wanita akan memikirkan nasib anak-anak mereka yang telah, sedang dan mungkin akan terus dibantai.
Kita duduk merenung saja nasib kehidupan yang kita lahirkan,” ujarnya.

Kalau pikir, hati para wanita Papua, menurut Mahuse, sungguh terluka menyaksikan pembantaian anak-anak. Aksi pembantaian tidak akan pernah berhenti dari tahun ke tahun.
“Mereka bantai seperti binatang, basmi seperti rumput, semaunya mereka, tanpa ada dialog dan diskusi,” katanya.

Mahuse berharap komitmen ini menjadi komitmen wanita Kristen di Papua.
“Semua Wanita Papua harus menunjukan solidaritas bersama wanita-wanita yang sedang menangis,” kata wanita asli wilayah Selatan Papua ini.

Aktivis HAM Perempuan Papua, Fintje Jarangga mengatakan sepakat dengan rencana tidak merayakan natal yang special. Perayaan natal cukup mendoakan mereka yang menjadi korban aparat Negara. ”Kita merayakan natal namun tidak dalam rangka hura-hura,” katanya.
Jarangga sangat tidak setuju dengan perayaan natal yang mendoakan pemerintah Negara. Mendoakan pemimpin Negara dari pusat hingga daerah suapaya memberikan kekuatan dan kemampuan untuk memipin.
“Saya lebih harap doakan mereka berperkara dengan Allah,” katanya. (Mawel Benny)

Sumber : www.tabloidjubi.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.