Aksi

Dipaksa Tandatangani Surat Sanksi, Karyawan Freeport Akan Mogok Kerja

Tampak kedua karyawan Freeport asli Papua,
yang sedang bekerja di areal Freeport
 (www.facebook.com/IDFreeport/photos)
Jayapura, Jubi – Persoalan para pekerja PT. Freeport Indonesia (PTFI) masih terus berlanjut. Meski telah ada kesepakatan baru yang disebut kesepakatan “New Era” yang disepakati bersama antara pihak PTFI dengan Serikat Pekerja PTFI yang diketuai oleh Sudiro, namun sebagian pekerja, terutama pekerja tujuh suku merasa harus melakukan mogok kerja.
Surat pemberitahuan mogok kerja -yang dikirimkan oleh Komunitas Pekerja Papua – SPKEP SPSI Kabupaten Mimika- yang ditandatangani oleh Aser Gobay (Kordinator) dan Yonatan Iyai (Sekretaris) kepada Jubi menegaskan mogok kerja dilakukan sehubungan dengan permasalahan hubungan industrial di PTFI dan perusahan  privatisasi dan kontraktor/sub kontraktor yang belum selesai hingga saat ini. Meskipun sudah ada kesepakatan bersama PUK SPKEP SPSI PTFI,PTKPI,PTPJP dengan Ketua Dewan Pimpinan Freeport McMorran.

“Menindaklanjuti surat Komunitas Pekerja Papua – SPKEP SPSI Kabupaten Mimika tentang Pernyataan Sikap dengan nomor : 001/KPP-SPKEP SPSI/XII/2014 yang telah kami
kirimkan kepada pimpinan PT Freeport Indonesia belum ada jawaban ataupun perubahan adanya
penyelesaian dari pihak pimpinan perusahan PT Freeport Indonesia, Privatisasi dan Kontraktor/sub Kontraktor,” tulis Aser Gobay, menjelaskan sebab dilakukannya mogok kerja, dalam surat pemberitahuan mogok kerja tersebut.

Lanjut Gobay dalam surat tersebut, setelah adanya Kesepakatan Bersama tertanggal 07 November 2014 dan surat Instruksi Ketua Dewan Pimpinan Freeport McMorran/FCX yang disepakati bersama dengan Serikat Pekerja tertanggal 17 November 2014, pekerja masih dipaksakan untuk menandatangani Surat Sanksi. Surat sanksi ini diberikan pada para pekerja yang sempat mogok kerja sebelum perjanjian New Era disepakati.
“Pekerja belum bekerja sejak tanggal 21 November 2014 hingga saat ini karena masih ada pemaksaan menandatangani Surat Peringatan oleh atasan dan juga berdasarkan pernyataan kebijakan senior manajemen PTFI.” demikian disebutkan Aser Gobay.
Yonatan Iyai, Sekretaris Komunitas Pekerja Papua – SPKEP SPSI Kabupaten Mimika mengatakan aksi mogok ini akan dimulai pada hari Sabtu, Tanggal 20 Desember 2014 sampai dengan Selasa, 20 Januari 2015. Mogok akan dilakukan selama tanggal tersebut sejak pukul 06:00 WIT. Semua pekerja, di Barak atau ditempat tinggal masing-masing (termasuk akomodasi Perusahaan) baik di Dataran Tinggi maupun di Dataran Rendah diminta melakukan mogok kerja.

“Selain itu, mogok dilakukan di tempat kerja bagi Pekerja PT Puncak Jaya Power dan PT Kuala Pelabuhan Indonesia dan di Sekretariat PUK SPKEP SPSI masing-masing,” kata Iyai.

Iyai juga mengatakan pihaknya telah menyebarkan surat pemberitahuan mogok kerja ini kepada para pekerja dari tujuh suku dan pekerja Papua lainnya.

“Kami minta mereka untuk print dan menempelkan di area masing-masing.” kata Iyai. (Victor Mambor)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.