Berita

Vonis 2 Jurnalis Prancis di Papua Dibacakan Jumat

Valentine Bourrat (kiri) dan Thomas Dansois, dua wartawan Prancis yang ditahan di Papua. Istimewa/Reporters Without Borders
Jayapura: Ketua Majelis Hakim Martinus Bala berharap sidang kasus dua jurnalis Prancis di Jayapura dapat selesai Jumat depan. Sidang perdana kasus dugaan pelanggaran kasus keimigrasian, Marie Valentine Louise Bourrat alias Valentine Bourrat, 29 tahun, dan Thomas Charles Dandois, 40 tahun, digelar Senin, 20 Oktober 2014.
“Jumat, 24 Oktober 2014, sudah diharapkan bisa pembacaan putusan,” kata Martinus di Pengadilan Klas I A Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin.

Menurut Martinus, sidang kasus dua jurnalis Prancis tersebut akan memasuki agenda pemeriksaan saksi fakta dan saksi ahli dari jaksa penuntut umum pada Selasa. Sedangkan sidang keesokan harinya dijadwalkan mendengarkan dua saksi ahli dari penasihat hukum. Pada sidang Kamis ditargetkan tuntutan dibacakan. (Baca juga: HRW Minta Jokowi Bebaskan Dua Jurnalis Prancis)

Pada sidang perdana, jaksa penuntut umum mendakwa kedua jurnalis Prancis tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena memakai visa kunjungan wisata meski melakukan kegiatan jurnalistik. Bourrat dan Dandois terancam hukuman lima tahun penjara dan denda kumulatif.

Penasihat hukum dua jurnalis Perancis, Aristo MA Pangaribuan, mengatakan surat dakwaan JPU tak jelas. Sebab tak disebutkan apa yang dimaksud dengan kerja jurnalistik.

Sebelumnya, kedua jurnalis ditangkap aparat kepolisian pada tanggal 7 Agustus 2014 di Wamena. Kepolisian menuding keduanya terlibat kegiatan jurnalistik oleh kelompok-kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok sipil bersenjata di Papua. Barang bukti yang telah diserahkan ke JPU yakni rekaman audio, video, dan barang-barang lainnya termasuk laptop dan ponsel.

Sumber :  www.tempo.co

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.