Alam

Danau Sentani Terancam Kering

Ilustrasi Danau Sentani (Jubi/ist)
Jayapura, Jubi – Danau Sentani yang saat ini dikenal banyak orang dengan memiliki luas mencapai 9.760 hektar dan memiliki daya tampung air mencapai ratusan miliar liter itu, akan terancam mengering dalam waktu cepat di beberapa titik. Sebab sangat rawan diganggu tangan-tangan tak bertanggungjawab.
“Kami harus bersyukur, karena tampungannya banyak. Soal pasang-surut air, itu hal biasa. Hanya saja jangan kami ganggu pengeluarannya di Kali Jaifuri. Sebab mudah sekali erosi dan ketika kami buka, mudah sekali kering. Jadi kami harus hati – hati untuk menangani Danau Sentani,” kata Kepala Balai Sungai Papua, Happy Mulya di sela-sela kegiatan konsultasi publik rencana kegiatan pembangunan jaringan air baku di Kota Jayapura, yang berlangsung di Hotel Grand Abepura, Selasa (28/10) siang.
Salah satu danau terbesar di Papua ini, kata Mulya, dinilai cukup rawan terancam kekeringan jika diobok-obok. Sehingga dirinya mengharapkan, agar pemerintah setempat lebih meningkatan pengawasan, terutama terkait aktivitas masyarakat yang melakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat. “Harus hati-hati karena proses alami,” katanya.
Menurut Mulya, tak hanya menjaga Jaifuri, tapi 13 sumber yang menjadi daerah aliran sungai ke danau harus diperhatikan dan mendapat perhatian serius. “Kalau tak ditata dan hutannya terus rusak, maka air yang masuk ke sana kurang. Terus sedimen bawaan air akan mempercepat pendangkalan danau itu,” katanya.
Meski tak memberikan perhitungan secara rinci, tetapi Mulya mengakui hal ini bisa dihitung secara teliti, bahwa akan terjadi secara cepat beberapa penilaian faktor- faktor penyebabnya. Oleh sebab itu, Mulya mengakui kehadiran Danau Sentani harus disyukuri masyarakat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Sebab danau itu secara alami sudah diberikan Tuhan, tanpa masyarakat mengeluarkan biaya besar.
Menurut Mulya, jika danau itu merupakan konstruski manusia, maka biaya yang dikeluarkan bisa mencapai trilyunan rupiah. Sehingga harus dijaga bersama-sama, demi masyarakat.
Praktisi Air Dinkes Kesehatan, Sudayat mengaku harus ada upaya jelas terkait pelestarian hutan yang ada di hulu-hulu sungai, terutama di 13 DAS untuk menjaga debit air ke Danau Sentani. “Tak hanya tugas pemerintah. Tetapi seluruh masyarakat, adat dan semua stakeholder yang ada agar menjamin ekosistem di bagian hulu sungai,” tandasnya. (Sindung Sukoco)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.