Berita

Polda Papua Diminta Hapus Anggota KNPB yang Jadi DPO

Ilustrasi/Demontrasi KNPB menuntut kemerdekaan Papua. Foto: Ist
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan jajaran Polres di Kabupaten-Kota menetapkan sebanyak 54 orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Mereka ditetapkan sebagai DPO terkait penembakan, perampasan senjata api, dan pembakaran Polsek serta pembunuhan selama 2010-2013 di Papua.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo Hartono, Jumat (05/09/14) lalu mengatakan, 54 DPO ini terlibat dalam kasus yang menonjol selama tahun 2010-2013.

Dalam Jumpa Pers yang digelar siang tadi, Rabu, (10/09/14) di Kantor Elsham Papua, Jayapura, Papua, Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta Polda Papua hapus nama Simeon Dabi dari DPO.

Ketua Umum KNPB, Victor Yeimo mengatakan, Simeon Dabi adalah Ketua KNPB Wilayah Baliem (Wamena). Ia dijadikan sebagai DPO bersama 53 anggota TPN/OPM yang dirilis Polda Papua tanggal 5 September 2014 lalu.

"Pengurus Pusat KNPB telah menyelidiki bahwa yang bersangkutan tidak pernah ikut merencanakan maupun melakukan tindakan pidanan seperti yang dituduhkan. Terkait dengan Boikot Pilpres 2014, Simeon Dabi, Ketua KNPB Wamena telah berulang kali menyerukan rakyat agar tidak melakukan boikot dengan kekerasan. Dia juga telah bertemu dengan TPN/OPM wilyah setempat agar menghentikan rencana kekerasan," tutur Victor.

"Untuk itu, kami mendesak agar Polda Papua tidak semena-mena menetapkan anggota KNPB sebagai DPO," ujarnya.

Oleh Polres Jayawijaya, Simeon Dabi bersama 7 orang ditetapkan dalam DPO karena dinilai melanggar pasal 187, 340 dan 365 KUHP Undang-Undang Nomor 12 tahun 1951 tentang pembunuhan dan perampasan senjata serta pelaku pembunuhan dan pembunuhan berencana. (Hendrikus Yeimo/MS)


Sumber : www.majalahselangkah.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.