Adat

Demi Pengamanan, Tanah Masyarakat Adat Dihibahkan Ke Kodam

Penandatangan surat hibah tanah antara tokoh adat, pemerintah dan Pangdam XVII/Cenderawasih.(Foto: Rull )
Sentani,Jubi – Areal tanah seluas 10.500 meter persegi, milik masyarakat adat yang ada di kampung Nolokla ( Kampung Harapan ) Sentani dihibahkan pengelolaan dan kepemilikannya ke Kodam XVII/Cenderawasih, Selasa (23/9/14).
Penyerahan tanah hibah dari masyarakat adat ke Kodam XVII/Cenderawasih, dilakukan dengan tujuan agar Kodam dapat membangun beberapa infrastruktur yang mendukung fungsi dan tugas pengamanan di Papua.
Areal tanah seluas 10.500 meter persegi yang dihibahkan ke Kodam ini, terbagi dalam 2 wilayah, dimana 10.000 meter persegi terletak di Kampung Nolokla/Harapan, Distrik Sentani Timur – Kabupaten Jayapura, dan 500 meter persegi lainnya terletak di jalan baru, Distrik Heram – Kota Jayapura.
“Hibah tanah ini merupakan bukti dari keseriusan masyarakat adat dalam memperhatikan masalah keamanan di Kabupaten dan Kota Jayapura,” tutur Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Christian Zebua, seusai penandatangan surat hibah tanah tersebut.
Kata Pangdam, keberadan TNI di Papua sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua, sebab tanpa adanya rasa aman, mustahil pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Dengan adanya bantuan tanah hibah dari masyrakat adat ini, TNI berjanji akan terus bersama rakyat dan menjaga rakyat khususnya yang ada di Papua.
“Hibah tersebut menjadi bukti kemanunggalan antara TNI dan rakyat, dimana hal tersebut semakin menegaskan bahwa masyrakat Papua sangat butuh TNI, “ ujar Pangdam Zebua.
Dijelaskan, bahwa tanah hibah seluas 500 meter persegi yang terletak di jalan baru, distrik Heram, Kota Jayapura nantinya akan dibangun pos penjagaan TNI. Dengan adanya pos TNI di wilayah tersebut maka keamanan di sekitar jalan baru dapat terjamin.
Di kesempatan yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw berpesan kepada jajaran Kodam yang telah menerima tanah hibah ini untuk bisa memberikan memberikan sebuah perubahan yang berarti di masyarakat, sebab menurutnya tanah ini merupakan aset yang sangat penting bagi masyarakat adat itu sendiri.
Kata Mathius, di era kepemimpinan Mayjen TNI. Christian Zebua sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, masyarakat papua merasakan adanya sebuah pendekatan dan persaudaraan yang luar biasa. Bupati berharap apa yang telah di lakukan oleh Mayjen. TNI Christian Zebua ini bisa dijadikan sebuah model baru dalam perwujudan kemanunggalan TNI dan masyarakat.
Febiola Ohee mewakili masyrakat adat berpesan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih agar dapat membangun kembali kejayaan kampung Nolokla yang dulu pernah ada sebagai pusat pemerintahan, baik itu di jaman penjajahan Belanda maupun di awal kemerdekaan Republik Indonesia. ( Angrias RF )


Sumber : www.tabloidjubi.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.