Alam

Perusahaan Minyak Ini Cari Minyak di Laut Papua

Ilustrasi

Jakarta - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Murphy Semai Oil Co Ltd telah mulai melakukan tajak dua sumur eksplorasi yaitu Serai-1 dan Bawang Putih-1 di Blok Semai II, Papua Barat. Saat ini Murphy Oil telah mulai melakukan tajak sumur Serai-1 di lepas pantai Kabupaten Fak-Fak dengan kedalaman air mencapai 90 meter dan kedalaman dari dasar laut mencapai 2.290 meter.

Tajak atau pengeboran sumur eksplorasi Serai-1 yang menggunakan Rig COSL BOSS milik China Oilfield Services Ltd akan dilakukan dengan teknik pengeboran vertikal. Demikian seperti dikutip dalam keterangan perusahaan, Jakarta, Senin (16/6/2014). 

Setelah pengeboran sumur eksplorasi Serai-1 mencapai target maka pengeboran akan dilanjutkan ke sumur eksplorasi Bawang Putih-1 menggunakan teknik pengeboran directional atau pengeboran miring dengan kedalaman yang sama.

Kedua sumur tersebut merupakan sumur taruhan atau wildcat untuk mencari cadangan hidrokarbon baik minyak maupun gas bumi di wilayah Blok Semai II yang mencakup lebih dari 2.000 kilometer persegi lepas pantai Papua Barat, Indonesia.

Murphy Oil yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah selesai melakukan tajak sumur ekplorasi pertama di Blok Semai II yaitu di sumur Lengkuas-1 yang merupakan sumur eksplorasi di laut dalam, sekitar 6.500 meter dari dasar permukaan laut.

Diharapkan pengeboran sumur eksplorasi Serai-1 dan Bawang Putih-1 dapat menghasilkan penemuan cadangan hidrokarbon baik minyak maupun gas bumi yang cukup ekonomis sehingga dapat meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi nasional dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan eksplorasi mencari cadangan minyak dan gas oleh," jelas Wakil Bupati Kabupaten Fak-Fak Donatus Nimbitkendik,

"Murphy Oil di wilayah kami dan kami berharap kegiatan eksplorasi ini dapat menemukan cadangan minyak dan gas sehingga dapat diproduksi yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupatan Fak-Fak,” sambungnya.

Saat ini terdapat enam KKKS Produksi di wilayah Papua dan Maluku yaitu BP Indonesia Ltd (Berau, Mutuari, Wiriagar), Petrochina International (Bermuda) Ltd PT Pertamina EP Aset-5 Field Papua, Citic Seram Energy Ltd, Kalrez Petroleum (Seram) Ltd, JOB Pertamina-Petrochina Salawati. Sementara Inpex Masela Ltd masih dalam tahap pengembangan. (wdi)

Sumber : www.okezone.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.