Berita

Masyarakat Dua Kabupaten Di Papua Ancam Boikot Pilpres

Piet Degei. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 25/6 (Jubi) – Masyarakat dua kabupaten di Provinsi Papua, yakni Paniai dan Deiyai mengancam akan melakukan boikot Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 mendatang, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua tak mengindahkan tuntutan mereka untuk melakukan pleno ulang hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 4 April lalu.

Ketua Lintas Kabupaten Deiyai dan Paniai, Piet Degei mengatakan, sejumlah bukti pelanggaran di lapangan termasuk pengalihan suara Caleg satu ke Caleg yang lain telah diserahkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua beberapa waktu lalu.

“Bawaslu lalu merekomendasikan ke KPU Papua agar dilakukan pleno ulang di tingkat PPD dan KPPS karena masalahnya ada di sana. Sudah satu minggu lebih kami menunggu tapi KPU tak melakukan pleno ulang. Tadi kami demo ke KPU namun kami dibubarkan polisi. Kami sepakat akan memboikot Pilpres di Paniai dan Deiyai jika tak dilakukan pleno ulang,” kata Piet, Rabu (25/6) petang.

Ia juga mengklaim, rencana boikot Pilpres tersebut mendapat persetujuan dari semua Partai Politik (Parpol) yang ada di dua kabupaten itu. Untuk itu jika terjadi boikot Pilpres di Deiyai dan  Paniai mendatang, maka yang harus bertanggungjawab adalah KPU.

“Kalau sampai ada masyarakat yang jadi korban, KPU harus bertanggungjawab. Di sana Pileg sangat kacau. Ketika pleno, orang yang harusnya terpilih jadi tidak terpilih. Begitu juga sebaliknya. Misalkan Caleg yang mendapat suara 204 bisa terpilih, sementara yang mendapat suara 1.200 tak terpilih,” ujarnya.

Hal senada dikatakan rekannya, Elias Pekei. Menurutnya, pihaknya meminta agar pleno ulang segera dilakukan karena sudah ada rekomendasi Bawaslu Papua.

“Berdasarkan bukti yang ada dan rekomendasi Bawaslu, kami minta KPU Papua segera melakukan pleno ulang. Kalau tidak, kami akan boikot Pilres. Harusnya pihak penyelenggara bersyukur karena kami membantu mengangkat masalah. Inikan tugasnya penyelenggara,” kata Elias. (Jubi/Arjuna) 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.