Berita

Kejari Tunggu Perintah Periksa Sekda Kota Jayapura, Terkait Korupsi 1,7 Milyar

Ilustrasi. (IST)

    Jayapura, 17/6 (Jubi) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura hingga kini belum memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, RD. Siahaya dalam dugaan korupsi pengadaan baju batik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kota Jayapura tahun 2012 sebesar Rp1,7 milyar.
    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jayapura, Piet Nahamury beralasan, pihaknya belum memeriksa yang yang bersangkutan lantaran masih menunggu perintah dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura, J Fudhoil Yamin
    “Kami masih menunggu perintah dari Kejari. Kalau sudah ada perintah pasti kami panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Tapi kami terus memperdalam kasus ini,” kata Piet Nahamury,Selasa (17/6).
    Menurutnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, 12 Mei lalu. “Saya sebut inisial saja ya. Ketiganya yakni bernisial WA yang merupakan kontraktor, DS selaku pejabat pembuat komitmen dan JB sebagai perantara,” ujarnya.
    Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, J. Fudhoil Yamin mengatakan, penetapan RD. Siahaya sebagai tersangka berdasarkan sejumlah bukti yang menguatkan. Diantaranya pengadaan tersebut tanpa lelang, adanya dugaan mark up dan kwalitas barang – barang yang juga tidak jelas.
    “Modus mereka, dana tahun 2012 dimasukan dalam APBD perubahan bahwa dalamnya disiapkan dana batik untuk PNS senilai Rp1,7 milyar. Pencairan dana untuk pengadaan baju batik itu tanpa melalui prosedur,” kata  Fudhoil kala itu. (Jubi/Arjuna) 

    Sumber : www.tabloidjubi.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.