Berita

Gubernur Papua Tak Akan Halangi KPK

Kabiro Humas dan Protokoler Setda Papua, F.X Mote. (Jubi/Alex)

    Jayapura, 17/6 (Jubi) – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Papua, F.X Mote menyatakan, pemerintah daerah tidak akan menghalang-halangi proses yang akan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kabupaten Biak Numfor, Yesaya Sombuk.  
    “Sebagai kepala pemerintahan di Papua sepenuhnya menyerahkan masalah tersebut kepada petugas KPK yang melakukan penangkapan. Gubernur Papua juga tidak akan menghalang-halangi proses hukum terhadap Bupati Biak Numfor karena telah menjadi tugas KPK dalam rangka melakukan penegakan hukum,” kata F.X Mote kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Selasa (17/6).
    menurutnya, kabar penangkapan Bupati Biak, Yesaya Sombuk oleh petugas KPK di Salah satu hotel di Jakarta itu , baru diketahui Gubernur sekitar Pukul 23.00 Wit kemarin malam. Untuk itu, Gubernur meminta pihaknya untuk mericek kebenaran informasi itu guna menghindari salah kaprah.
    “Ya memang meski sudah diberitakan di media-media nasional kita tetap akan cari informasi lebih lanjut. Karena jangan-jangan yang ditangkap bupati lain, sehingga kita akan mengecek dulu dan cari informasi kepada pemerintah di Biak juga kepada KPK yang telah menangkap bupati dan ajudannya, termasuk tertangkap di hotel mana,” ujarnya.
    Dengan adanya kabar penangkapan ini, kata F.X Mote, Gubernur sangat prihatin. Pasalnya Yesaya Sombuk baru menjalankan tugas sebagai Bupati definitif Biak, selama kurang lebih tiga bulan.
    “Gubernur sangat prihatin dengan kejadian ini, karena Yesaya Sombuk baru menjabat sebagai bupati kurang lebih tiga bulan setelah dilantik,” katanya.
    Kaitannya dengan hal ini, lanjut Mote, Gubernur Papua sebenarnya sejak jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti para bupati/Wali kota agar bekerja sesuai dengan aturan dan menghindari bekerja di luar jam serta tempat kerja.
    “Jangan bekerja di hotel-hotel, dan sebaiknya pekerjaan diluar kantor itu dihindari. Dan harus hati-hati terhadap setiap orang yang mengajak kerja sama. Makanya kita selalu hindari sehingga orang yang ajak kerja sama harus datang disaat jam dinas sehingga bisa dipertanggung jawabkan,” tukasnya.
    Seperti yang dikabarkan salah satu media nasional Kompas.com. Seorang bupati yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui Bupati Biak Numfor, Papua, Yesaya Sombuk. Yesaya ditangkap bersama ajudannya, Senin (16/6/2014) malam di sebuah hotel di Jakarta.
    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemudian Yesaya langsung digelandang ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto tak menampik informasi tersebut.
    “Pada saat yang tepat, JBSP akan menjawab semua pertanyaan itu,” tulis Bambang melalui pesan singkat, Selasa (17/6/2014) dini hari.
    Juru Bicara KPK Johan Budi SP sebelumnya membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT). Namun, ia belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait penangkapan ini. “Iya, ada OTT,” kata Johan secara singkat. (Jubi/Alex)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.