Berita

Demam Piala Dunia Akan Kurangi Keterlibatan Warga Papua Ikut Pilpres


Merdeka.com - Demam Piala Dunia di Brasil ternyata mempengaruhi keterlibatan warga Papua dalam menghadapi Pilpres 9 Juli 2014. Dikhawatirkan banyak warga Papua yang menonton Piala Dunia tidak datang ke TPS karena masih lelah begadang semalaman.

"Yang perlu kita waspadai sekarang ini lagi musim-musimnya demam sepak bola, sementara demam Pilpres berkurang. Jangan sampai tanggal 9 Juli semua orang ramai-ramai menonton siaran piala dunia sampai subuh lalu terlambat bangun sehingga tidak datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian, seperti dikutip dari antaranews, Rabu (25/6).

Tito meminta warga Papua aktif menggunakan hak pilih mereka sebagai warga negara Indonesia pada 9 Juli mendatang. Menurut Tito, karena pilihan warga Papua ikut menentukan pemimpin di negara ini sekaligus juga menentukan keberlanjutan pembangunan di Papua lima tahun ke depan.

Untuk itu, Tito meminta KPU, Bawaslu/Panwaslu, Pemerintah Daerah di seluruh tanah Papua agar aktif melakukan sosialisasi Pilpres ke masyarakat akar rumput agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Juli.

"Kita minta sosialisasinya lebih gencar, jangan sampai masyarakat yang di gunung-gunung tidak tahu kalau tanggal 9 Juli ada Pilpres. Bukan karena masyarakat tidak mau menggunakan hak pilih, tapi karena dia tidak tahu karena tidak pernah ada sosialisasi," ujarnya.

Menurut dia, penyelenggaraan Pilpres yang berkualitas sangat ditentukan oleh profesionalitas penyelenggara mulai dari KPU maupun perangkat di bawahnya.

Tito meminta KPU di setiap kabupaten/kota di wilayah Papua dan Papua Barat harus dapat memastikan bahwa logistik Pilpres berupa kotak suara, surat suara dan lainnya tidak boleh terlambat sampai di TPS, termasuk di wilayah-wilayah pedalaman.

Penyelenggara juga harus berkoordinasi dengan semua pihak termasuk pihak penerbangan dalam hal distribusi logistik Pilpres ke wilayah pedalaman untuk menghindari keterlambatan pencoblosan.

Semua penyelenggara juga diminta untuk menggelar rapat pleno penetapan perolehan suara dua pasangan capres-cawapres sesuai jadwal, melakukan penghitungan suara secara transparan dan lainnya.

"Saya sudah memerintahkan para Kapolres agar seluruh anggotanya yang melakukan pengamanan di TPS untuk mencatat hasil rekapitulasi suara. Kalau ada yang menyimpang, kita punya data pembanding," ujar Tito.

Tingkat partisipasi warga Papua saat Pemilu Legislatif 9 April lalu dinilai sangat tinggi lantaran semua mesin politik bekerja, bahkan caleg-caleg sibuk berkampanye sampai di kampung-kampung pedalaman.

Namun menghadapi pesta demokrasi Pemilu Presiden 9 Juli mendatang, Tito melihat geliat dan antusiasme warga masih sangat kurang.

"Khusus di Timika belum kelihatan ada kegiatan kampanye dan lain-lain, padahal kegiatan kampanye Pilpres sudah dua pekan. Geliatnya belum kelihatan di Timika. Hal ini patut kita waspadai bersama," ungkapnya.[cza]

Sumber : www.merdeka.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.