Berita

Orang Port Numbay Terancam Di Tanahnya Sendiri

Seminar Penelitian pendataan Penduduk Asli Port Numbay(Jubi/sindung)

Jayapura, 22/5 (Jubi) – Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa) Papua, memaparkan hasil penelitian tentang eksistensi  (keberadaan) orang asli Port Numbay (orang asli Jayapura) yang terancam di atas tanahnya sendiri.

“Pertambahan orang asli Port Numbay bersifat alamiah, terjadi migrasi keluar kampung sehingga mempengaruhi jumlahnya. Sementara orang dari luar (migran) tiap tahun semakin meningkat. ” tegas Aston Situmorang, Ketua Penelitian dalam materi pemaparan penelitian pendataan penduduk asli Port Numbay tahun 2013, di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (22/5) siang tadi.

Menurutnya, jika data ini dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kota Jayapura berdasarkan sensus penduduk 2012, maka jumlah asli Port Numbay hanya berkisar 2,45 persen dari penduduk Kota Jayapura yang berjumlah 273.928 jiwa.

“Namun jika dibandingkan dengan data kependudukan milik Dispendukcapil di tahun 2013/2014 yang berkisar 491.000 jiwa, maka penduduk asli Port Numbay hanya 1,36 persen saja,” tambah Situmorang.

Dengan metodologi Geneologi (hubungan kekerabatan) yang dipakainya untuk menilai keberadaan ini lebih mendekati jumlah sebenarnya penduduk Kota Jayapura khususnya asli Port Numbay.”Dari prosentase ini menjelaskan bahwa eksistensi orang asli Port Numbay di 14 kampung berada dalam kondisi terancam di atas tanahnya sendiri,” ungkap Situmorang.

Oleh sebab itu, rekomendasi yang diberikan KIPRa tidak hanya bagi Pemerintah Kota Jayapura semata, akan tetapi semua pihak seperti DPRD Kota Jayapura, LMA Port Numbay, dan NGO serta suku-suku yang ada antara lain adalah, perlu adanya affirmative action khususnya di bidang pendidikan, Kesehatan serta peningkatan ekonomi keluarga.

“Perlu adanya regulasi daerah yang mengatur tentang kampung adat, sumber-sumber penghidupan pengganti sumber daya yang sudah habis, serta penataan kampung sesuai konteks lokal dalam penataan kearifan lokal,” ungkap Situmorang.

Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano mengatakan jika selama ini Pemerintah daerah gencar dalam memperhatikan penduduk asli Port Numbay, bukan karena pilih kasih akan tetapi karena warga asli akan selalu diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk memberdayakan diri, bukan untuk diperdayakan.

“Mereka bukan penonton dalam pembangunan ini, mari kita proteksi jabatan dan usaha-usaha ekonomi mereka,” tukas Mano (Jubi/sindung)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.