Berita

Polri Klaim Keamanan Di Papua Membaik, Meski Faktor Geografis Selalu Menjadi Penghalang

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia ( POLRI ) mengklaim kondisi keamanan di wilayah Papua sudah mengalami peningkatan yang cukup baik.Persoalan yang belum bisa diatasi tinggal faktor geografis yang seringkali menyulitkan pengamanan. Sehingga, untuk saat ini belum aka nada perubahan kebijakan bagi Papua karena dianggap masih on the track.

Kabaharkam Mabes Polri Komjen Badrodin Haiti memaparkan, aparat kepolisian di Papua kini makin komunikatif dengan warga. Kebijakan pengamanan yang mirip darurat sipil sudah tidak lagi dipakai. Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian memilih pendekatan komunikasi untuk meluluhkan hati warga.

Hasilnya, lanjut Badrodin, warga bisa menerima kehadiran aparat kepolisian dengan baik. Penyelesaian persoalan kamtibmas makin dipercayakan kepada polisi ketimbang diselesaikan sendiri. ’’Pendekatan komunikasi itu kami nilai sudah tepat,’’ terang Badrodin, Sabtu (28/12).

Meski begitu, mantan Kapolda Jatim itu mengakui masih ada persoalan pelik dalam hal pengamanan. Yakni, penembakan oleh orang tidak dikenal. Seperti yang terjadi selama lima hari berturut-turut menjelang Natal di Area pertambangan Freeport. Menurut dia, aparat di Papua sudah bekerja maksimal. Hanya saja, terhalang kondisi geografis.

Badrodin mengungkapkan, pelaku penembakan di Papua sebenarnya bukan murni orang tidak dikenal. Aparat sudah bisa menebak dari mana asal kelompok bersenjata itu. ’’Pelakunya itu Teni Kwalik dan anak buahnya,’’ ucapnya. Meskipun menjadi pemimpin, lanjutnya, Teni kerap kali terjun sendiri untuk mengeksekusi korbannya.

Identitas Teni dan anak buahnya sudah diungkap. Namun, untuk melacak keberadaannya bukanlah hal mudah. Kondisi geografis Papua Tengah yang berupa pegunungan dan perbukitan acapkali menyulitkan aparat dalam pengejaran. Kalau di perkotaan macam Jayapura, itu sudah mulai aman,’’ tuturnya.

Penembakan di kawasan Papua sudah berlangsung berulang kali selama setahun belakangan. Hingga saat ini, persoalan tersebut masih belum terselesaikan. Pihak Polda Papua mengklaim sudah mengerahkan personel bersama anggota TNI ke hutan-hutan untuk memburu para pelaku. (byu/agm) 

Sumber : www.jpnn.com

About Robert Jhon

Powered by Blogger.