Berita

Per November 2013, Pedesaan Papua Barat Inflasi 0,28%

Per November 2013, Pedesaan Papua Barat Inflasi 0,28%

Manakwari -- Seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, November 2013, daerah pedesaan secara regional di Papua Barat mengalami inflasi sebesar 0,28%. Penurunan disebabkan karena 5 komponen pengeluaran untuk Konsumsi Rumah Tangga (KRT) mengalami peningkatan.

Lima komponen yang mengalami peningkatan adalah, komponen untuk Konsumsi barang jadi (0,51%), untuk perumahan (0,23%), untuk sandang (0,34%), untuk pendidikan rekreasi dan olah raga (0,09%), dan untuk transportasi (0,11%).

Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan kontinu, berkaitan dengan mekanisme pasar. Inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Artinya, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi.

Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uangyang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Seperti dirilis BPS Provinsi Papua Barat, hanya ada dua komponen yang mengalami penurunan dalam kelompok Pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga, yakni untuk komponen bahan makanan (-0,19%), dan Kelompok Kesehatan (-0,02%). (MS/Topilus B. Tebai)


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.