Berita

Musisi Hebat asal Papua Meninggal Tinggali Banyak Kesan

Auleman Pekei, musisi asal Tanah Papua. Foto: dok. MS.
Paniai -- Musisi Papua asal Mee-Pago yang cukup dikenal para pecinta musik Papua, Auleman Pekei, telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai, Minggu (01/12/2013) pukul 06.00 pagi. 
Aluleman, sang musisi Papua ini meninggal akibat demam yang menyerang tubuhnya.
"Sakit yang diderita adalah demam sekitar satu bulan di Aikai, Enarotali. Jumat (29/11/13) kami bawa dia ke RSUD Paniai, di Madi. Untuk mendapatkan pengobatan, tapi di sini hanya dua hari saja dan tak tertolong jadi kami ada siap mau bawah mayatnya ke rumah duka di Aikai," tutur Natan Pigai, keluarga Almarhum.
Auleman Pekei telah malang melintang di dunia musik sejak dia berusia 16 tahun. Setelah dirinya meninggal dunia, rekan-rekannya mengaku sangat kehilangan sosok yang menjadi panutan bagi banyak orang ini. Salah satunya diungkapkan Herman You. Dirinya mengaku sangat kehilangan sosok seniman Papua, sebab menurutnya tak ada anak Papua lain yang sama dengan Auleman.
Menurut Herman You, banyak seniman Papua mengaku bisa bermain musik, tapi tak selincah (Alm). "Walaupun orang mencopy aliran musik rancangannya tapi ciri khas musik asli dan petikan dawai dari jari-jari Almarhum Auleman Pekei, itu orang tak akan temukan. Memang itu bakat alamiahnya almarhum dia," tutur Herman mengenang.
Lanjutnya, "Ciri khas dan bobot lagu yang diciptakannya hampir setara dengan para musisi pendahulunya, seperti Arnold Ap dan Sam Kapissa. Kelebihan lain yang dimilikinya termasuk ciri khas vokal almarhum yang merdu dan enak untuk didengar."
Sementara itu rekan seperjuangan lain, Edmar Ukago, rekan seangkatan, juga seniman musik ini mengaku merasa sendirian dan tak ada teman lagi atas kepergian pria kelahiran Baliem ini.
"Kami rekan yang ditinggalkan merasa menjadi anak tiri, kami sangat berduka," kata  Edmar.
Lanjut Edmar, Auleman selama hidupnya sukses dalam karir seni di bidang musik. "Ia (Alm.) juga pernah ikut Show Baliem Selection Band di Manado pada tahun 1997 dan meraih juara umum pada ajang itu," katanya mengisahkan.
Edmar berkisah, hasil perjuangan bersama Auleman pernah menjadi musisi yang paling terkenal dan terpopuler di Papua, terutama petikan gitar dari Auleman. Album yang pernah laris manis tersebut diantaranya, Deiyai Tobe Group edisi perdana rekam di Wamena tahun 1995, rekaman albumMutaetuwai Volume 1-2 di Wamena tahun 1998/1999 serta album perdanaTaruatune di Nabire tahun 2004.
Diketahui album terakhir (Alm) yang pernah direkam dan beredar dalam bentuk kepingan VCD Deiyai Group tahun 2012 lalu.
Selain sebagai seniman, Almarhum juga setiap hari menjalani tugasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya kabupaten Paniai. (MS/033)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.