Berita

KNPB Kutuk Aksi Penangkapan Mahasiswa

Victor Yeimo, Ketua Umum KNPB, saat ini menjadi Tawanan Politik Papua Barat. Foto: Ist.
Jayapura -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengutuk tindakan penagkapan Mahasiswa dalam Gerakan Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua (GempaR Papua) selama 2 hari berturut-turut.
Kamis (07/11/13), Polresta Jayapura menangkap sejumlah aktivis Mahasiswa di depan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Kota Raja Jayapura saat menggelar aksi lanjutan penolakan Otonomi Khusus Plus.
Keesokan harinya, sebanyak 16 aktivis Mahasiswa Papua kembali ditangkap di depan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof. Dr. Karel Sesa, M.Si di sekitar Auditorium Uncen, Jumat (08/11/13), pukul 14.30 waktu Jayapura, Papua.
Ketua umum KNPB, Victor Yeimo,  yang saat ini menjadi Tawanan Politik Papua Barat dan mendekam di penjara Abepura, Jayapura, bersama KNPB mengeluarkan  press release, yang diterima media ini, Selasa (12/11/13). Berikut releasenya:

KNPB Kutuk Aksi Penangkapan Mahasiswa
Press Release

Komite Nasional Papua Barat [KNPB] mengutuk! Sekali lagi mengutuk konspirasi Majelis Rakyat Papua (MRP), Gubernur, Akademisi Uncen dan Kepolisian Indonesia yang hari ini dengan jelas menutup saluran demokrasi rakyat dan secara sepihak memaksakan Otonomi Khusus (Otsus) Plus diatas wilayah koloni, West Papua.

Bahwa, tindakan Polisi kolonial Indonesia yang memblokir, memukul dan menangkap aksi damai Mahasiswa adalah perbuatan yang sangat mencederai nilai kemanusiaan, keadilan, dan martabat bangsa Papua. Arogansi Polresta Jayapura dibawa pimpinan Alfred Papare dan Kiki Kurnia sudah sangat melampaui logika dan norma hukum yang berlaku di negara kolonial Republik Indonesia.

Penahanan terhadap aktivis Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (GEMPAR) yakni Yason Ngelia, Alfaris Kapisa, Abraham Demetouw, Daniel Kosama, dan Benyamin Hisage adalah taktik penguasa kolonial ala orde baru yang hendak mempertahankan status
quo dari kegagalan mengindonesiakan dan membangun bangsa Papua. Ini sangat memalukan!
Bagi KNPB penangkapan terhadap aktivis KNPB itu hal biasa karena kami sudah sadari bahwa kami melawan penjajahan Indonesia diatas tanah air kami. Tetapi bila polisi menangkap aksi protes kebijakan negara oleh Mahasiswa yang dilakukan secara terhormat dan bermartabat, maka itu tindakan yang memalukan dan sangat tolol di era yang serba terbuka ini.

Pasal-pasal karet yang digunakan sesuai keinginan Polisi adalah bukti kekerasan hukum pada kemanusiaan. Taktik kriminalisasi Yason Ngelia,cs dengan kasus lain hanyalah kamuflase dari upaya menutup ruang demokrasi rakyat Papua.
Oleh karena itu KNPB menganggap oknum Polda Papua dan Polresta Jayapura adalah manusia-manusia yang hanya mampu menjadi alat penguasa, yang melindungi kejahatan negara, dan kebobrokan pelaksanaan pemerintahannya.
Kami menganggap oknum-oknum pimpinan kepolisian adalah pelaku pengguna dana Bantuan Sosial (Bansos), sehingga tindakan melindungi korporasi koruptor dilakukan dengan taktik pengalihan pada penangkapan. Kenapa koruptor dibiarkan tapi Mahasiswa yang protes ditangkap?

Kami kutuk Para akademisi Uncen, MRP, dan Gubernur yang memanipulasi dan mengeksploitasi keinginan rakyat Papua demi uang dan kedudukan. Bahwa orang-orang ini akan terdaftar sebagai pihak-pihak yang pernah mengkhianati bangsanya sendiri.

Kami tuntut segera bebaskan aktivis Mahasiswa. Dan, MRP, Gubernur, DPRP dan TNI Polri segera berikan ruang demokrasi bagi rakyat Papua dalam menentukan nasibnya sendiri.

Jayapura, 11 November 2013
Badan Pengurus Pusat KNPB

Victor Yeimo
Ketua Umum


Sumber : www.majalahselangkah.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.