Aksi

"Gempar" Aksi Bisu di Depan Gapura Uncen

Jayapura -- Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan mahasiswa Pemuda Rakyat Gempar kembali melakukan aksi. Kali ini mereka aksi bisu dengan menutup mulut dan menduduki di depan gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena, Jayapura, Selasa (12/11/2013) sekitar pukul 11.00 siang.
Aksi bisu mahasiswa ini dilakukan sebagai bentuk protes atas matinya demokrasi di Papua. Juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah provinsi, Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Felix Wanggai (Staff khusus Presiden) dan Universitas Cenderawasih (Uncen).
"Aksi bisu ini kami kembali lakukan untuk protes terhadap pemerintah provinsi Papua yang melakukan konspirasi politik dengan, MRP, DPRP, Felix Wanggai dan Uncen demi kepentingan politik lalu pihak pihak terkait dengan sengaja mereka menahan, aktivis mahasiswa Yason Ngelia dan kawan-kawan yang ditahan tanpa bersalah, tutur kordinator Gempar sementara, Alfa Rohmana kepada majalahselangkah.com.
"Teman-teman kami harus dibebaskan, karena mereka sama sekali tidak bersalah. Mereka melakukan aksi damai untuk kepentingan rakyat jelata, yang belum paham tentang apa itu sebenarnya Otonomi Plus yang di canangkan oleh elit politik," tambahnya berharap.
Kata dia, aksi bisu akan dilakukan hingga aktivis mahasiswa Yason Cs di bebaskan tanpa syarat.
"Kami akan melakuakan aksi bisu sampai Yason dan teman-teman kami yang lain di bebaskan, mereka harus dibebaskan oleh aparat, Negara Kesatuan Republik Indoesia tanpa syarat."
Pantauan majalahselangkah.com, aksi bisu para mahasiswa Gempar dikawal oleh aparat kepolisian dari Polresta Jayapura. (MS/Hendrikus Yeimo)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.