Berita

Gubernur Papua : Tidak Benar WNA Disekap OPM

Gubernur Papua: yang benar rombongan pendaki itu tersesat dan ditemukan petugas keamanan Freeport.

Pendaki dengan latar Puncak Cartenz, Papua/Ilustrasi
JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe membantah dengan tegas kabar bahwa ada sembilan warga negara asing (WNA) disekap Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Tak benar WNA disekap OPM. Yang benar rombongan pendaki gabungan itu tersesat dan ditemukan petugas keamanan PT Freeport Indonesia (PTFI), Minggu (20/10),  sekitar pukul 14.00 (20/10) WIT,’’ kata Lukas kepada wartawan di Jayapura, Senin (21/10).

Dari informasi yang diterimanya, sembilan WNA tersebut masuk ke areal pertambangan PT Freeport Indonesia dan diamankan petugas Freeport.

“Jadi, daerah yang dilewati sembilan WNA dilarang PT Freeport Indonesia, apalagi mereka turis dan masuk daerah terlarang jelas ditahan karena sudah masuk sampai daerah pertambangan. Informasinya seperti itu yang saya dapatkan,” ia menerangkan.

Lukas juga mengaku tidak tahu pasti ketika disinggung bahwa ini adalah bentuk sabotase terkait kedatangan pers asing ke Papua.

“Lebih baik ditanyakan langsung ke Kapolda,” dia berujar.

Gubernur kembali menjelaskan, jalur masuk ke Puncak Carstensz biasanya melalui Kabupaten Intan Jaya atau Mimika.

“Namun, sembilan WNA tersebut masuk dari arah mana saya belum mendapat informasi itu, karena sekarang dilarang PT Freeport Indonesia, jadi sudah tidak bisa masuk melalui Mimika,” ia menjelaskan.

Gubernur menambahkan, nantinya dalam Rancangan Undang-undang Pemerintahan Papua, salah satu poin yang dibahas adalah kewenangan dan regulasi ke pemerintah daerah. Karena selama ini, izin-izin seperti pendakian ke Puncak Carstensz harus melewati Jakarta.

“Kewenangan seperti ini yang kita mau diserahkan ke daerah, tidak lagi harus semuanya lewat Jakarta,’’ ia menambahkan.

Kesembilan rombongan pendaki Senin kemarin sudah diterbangkan ke Denpasar, Bali, lewat Timika dengan menggunakan pesawat Garuda.

Freeport Membantah
Kabar warga asing disandera OPM juga dibantah warga Sugapa, Maxi Tipakau yang juga Direktur PT Puncak Carstensz yang bergerak di bidang travel pendakian Carstensz.

"Tidak benar isu kalau sembilan turis asing itu ditahan atau diculik OPM seperti yang disebarkan mereka kepada kedutaannya di Jakarta," Maxi menegaskan.

Maxi mengungkapkan sama sekali tidak ada OPM di Puncak Carstensz. Apalagi, daerah Grasberg adalah areal tambang.

"Puncak Carstensz sangat aman bagi pendaki, di sana tidak ada kelompok separatis seperti yang diisukan," tutur dia.

Menurut dia, kesembilan turis asing itu berangkat dari Timika menuju Sugapa beberapa hari silam. Kemudian, mereka mendaki dari Sugapa menuju Puncak Carstensz yang berada dekat dengan Grasberg wilayah tambang Freeport dan kehabisan logistik sehingga masuk areal tambang tanpa izin.

"Karena mereka masuk area tambang secara ilegal sekalipun itu untuk meminta bantuan logistik, pihak sekuriti Freeport kemudian menahan mereka," ia menerangkan.

Menurut dia, para pendaki itu kehabisan makanan dan minuman, tetapi bersikap arogan dengan mengatakan mereka diculik OPM.

"Yang saya tidak terima, para pendaki melapor ke kedutaannya masing-masing diculik OPM. Padahal, mereka masuk area tambang untuk minta bantuan logistik," ia menjelaskan.

Juru Bicara Freeport Daysi Primayanti ketika dikonfirmasi menegaskan, pihaknya tidak menahan sembilan pendaki itu.

"PTFI tidak menahan para pendaki gunung Carstensz tersebut, yang terjadi adalah para pendaki asing tersebut melakukan pendakian gunung Carstensz dengan rute mereka sendiri," kata dia.

Ketika mendaki, seorang pendaki mengalami cedera ringan sehingga memutuskan kembali melalui area tambang.

"Satu di antaranya mengalami cedera ringan dan mereka memutuskan kembali melalui jalur area kerja PTFI. Sehubungan dengan kondisi tersebut, PTFI telah memfasilitasi bantuan logistik kepada mereka hingga turun dari area dataran tinggi," ujar dia.

Akan tetapi, mereka tidak turun melalui jalur area tambang.

"Demi alasan keselamatan, PTFI tidak memberikan akses jalan (izin masuk) melalui wilayah operasi perusahaan ke gletser Carstensz," tutur dia.

Kesembilan warga asing itu masing-masing bernama Michel Wirth-Fragata (44), Silvan Schenk (57), Mattias Halchey (34), Fritz Yakob (60), dan Daniel Meyerhoff (45) yang berasal Swiss, Reinhard Buscher (61) asal Jerman, Alois Fuchs (52) asal Austria, Matheus Van Der Maulen (59) asal Belanda serta Elen Anezlua (42).  Anezlua, satu-satunya perempuan dari rombongan pendaki itu, mengalami dehidrasi berat dan infeksi di bagian kaki.

Sumber : www.shnews.co

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.