Berita

Inilah Dua Alasan Komnas HAM Kunjungi Papua

NATALIUS PIGAI (JUBI/APRILA)
Jayapura – Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Decky Natalius Pigai mengatakan, dua alasan pihaknya mengunjungi Papua kali ini, yakni terkait persoalan MIFEE di Merauke dan penyusunan naskah akademik Otonomi Khusus (Otsus) Plus.
“Itulah dua laporan yang menjadi alasan kedatangan kami. Pertama, untuk MIFEE di Merauke, itu karena kami melihat ada hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) masyarakat adat yang mulai terpinggirkan. Terus kedua, terkait penyusunan naskah akademik Otsus Plus,” kata Decky, dalam diskusi bersama Jaringan Damai Papua di Para-para Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur, Padangbulan, Kota Jayapura, Kamis (19/9) malam.
Menurut Decky, hal ini adalah momentum yang baik untuk melakukan trust building di Papua, karena dasar pendirian Komnas HAM sudah jelas, terdiri dari dua instrument, yaitu pertama, hukum internasional (Paris Principle), deklarasi umum hak asasi manusia, konvensi sipol maupun ekosob. Terus yang kedua, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. “Komnas HAM Indonesia mendapat predikat A di dunia dan ini lebih baik bila dibanding Malaysia yang mendapat predikat B,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Sriyana, Staff Komnas HAM yang mendampingi Decky Natalius Pigai mengatakan, berbagai kasus yang diterima dalam beberapa pertemuan akan menjadi catatan bagi Komnas HAM. “Kami tidak memiliki banyak data kecuali yang berasal dari media online Papua untuk base data kami. itu sebabnya kami butuh bantuan dan kerjasama berbagai pihak membantu kami,” kata Sriyana. (Jubi/Aprila Wayar)

About WP News

Powered by Blogger.