Alam

Hijau Bumiku Hijaukan Bumiku

Oleh, Paulus Petege*)
Hijau dan hijaukan memiliki dua kata yang masing-masing memiliki arti yang berbeda. Hijau adalah salah satu dari warna sekunder hasil penggabungan antara Kuning dan Biru, dan merupakan komplemen dari magenta. Hijau menyejukan, dan warna yang banyak dijumpai pada daun-daun.
Hijaukan adalah kata perintah yang sama maknanya dengan kata penghijauan. Penghijauan adalah proses, cara, perbuatan membuat supaya menjadi hijau; penanaman pepohonan agar udara menjadi sejuk dan bersih atau agar erosi dapat dicegah. Penghijauan adalah salah satu kegiatan yang sangat penting untuk menangani krisis lingkungan.
Bumiku Papua telah dikenal dengan bumi yang Hijau yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), sehingga alam Papua yang hijau harus kita lestarikan, karena di akhir-akhir ini telah dan sedang terjadi banyak perubahan kondisi dan kualitas lingkungan.
Perubahan kondisi dan kualitas lingkungan tentunya akan bisa berpengaru buruk terhadap masyarakat. Berbagai macam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas alam lingkungan hijau, akibat bencana alam, banjir, lungsor, dll. Hal tersebut pasti lama kelamaan akan berdampak global pada lingkungan hijau, khususnya bagi masyarakat bumi hijau sendiri.
Oleh sebab itu di bumi Papua yang hijau pemerintah  harus berperan penting dalam upaya untuk memelihara kelestarikan bumi Papua yang hijau. Upaya dalam memelihara kelestarian bumi Papua yang hijau tidaklah hanya mengandalkan pemerintah saja, namun lebih jauh masyarakat bumi hijau pun memuyai peranan penting dalam upaya mewujudkan hal itu. Diantaranya yaitu dengan pola pendidikan melalui berbagai penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya memelihara kelestarian bumi Papua yang hijau.
Membangun kesadaran masyarakat bumi hijau yang memuyai alam yang kaya dengan hijau merupakan Pilar utama dalam menjaga kondisi bumi hijau benar-benar jauh dari berbagai sumber pengrusakan. Sebab, pada dasarnya masalah bumi hijau yang mengakibatkan kerusakan, disebabkan oleh tangan-tangan manusia itu sendiri.
Dengan pola pendidikan, melalui pendidikan ataupun dengan penyuluhan-penyuluhan lansung ke masyarakat dengan sungguh-sungguh akan tercipta akar budaya masyarakat bumi hijau yang memuyai kesadaran lingkunngan yang tinggi. Artinya, etika lingkungan akan menjadi dasar, pondasi dalam setiap pembagunan di Papua.
Dengan etika lingkungan kita tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan, tetapi lingkungan hijau juga akan membatasi tingkah laku dan upaya mengendalikan segala bentuk kegiatan penbagunan agar tetap berada dalam batas-batas kepentinagan lingkungan hijau kita.
Manyarakat bumi hijau yang berwawasan ligkungan atau bumi Papua yang hijau dengan etika atau moral lingkungan yang benar-benar dibutukan dalam setiap pembangunan di bumi Papua. Tak terkecuali adanya penegakan hukum lingkunagan secara tegas dan terarah. Lebih jauh, dengan mengacu pada hal-hal tersebut setidaknya wawasan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengarah pada pelestarian lingkungan hidup yang hijau.
Masalah lingkungan, seperti halnya banjir dan tanah longsor, memang merupakan masalah global. Bukan menimpa bumi Papua, namun di tempat lain pun juga ikut merasakan. Walaupun sering dilanda banjir di musim penghujan, di bumi Papua sering dalam waktu tertentu mengalami kekurangan Oksigen, hal ini merupakan bukti kongkret akibat kurangnya kesadaran masyarakat bumi hijau Papua dalam wawasan lingkungan hijau. Jika hal ini dibiarkan, ini akan berpengaruh pulah terhadap kualitas kesehatan masyarakat Bumi Papua yang hijau secarah keseluruhan.
Dengan demikian Penghijauan lingkungan di Papua haruslah diupayakan dan digalakkan. Bukankah sesungguhnya hal ini sudah menjadi tugas manusia kriting pada umumnya? Pada pundak manusia kriting terpikul sebuah amanah, dan tanggung jawab melestarikan bumi Papua. Dan manusia hitam kulit dan kriting rambut sebagai pilar bertanggung jawab memakmurkan bumi atau menjadi pelaksana penghijauan lingkungan.
Adapun penggunaan dan perbaikan kulit bumi lewat penghijauan adalah termasuk kegiatan beribadah kepada Pencipta.
Dengan adanya penerapan penghijauan lingkungan di bumi Papua yang hijau diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan hidup di alam Papua. Disamping adanya kesadaran masyarakat yang tinggi dalam memelihara dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka mengantisipasi dari segala bentuk pengrusakan dan pencemaran lingkungan. Pembangunan Papua yang berwawasan lingkungan merupakan dasar dalam menciptakan suasana keindahan dan kenyamanan lingkungan, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kulit hitam yang optimal.
Oleh sebab itu mari kita sama-sama lestarikan alam Papua yang hijau, hijau bumiku hijaukan bumiku.
Paulus Petege adalah mahasiswa bardi Yogyakarta.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.