Berita

Rombongan Pdt Yunus Gobai di tangkap di Paniai

Foto Denny Hisage waktu lalu (dok)
Paniai -  Militer Indonesia kembali menangkap warga sipil di Kampung Ipakiye, Kabupaten Paniai pada pukul 09.00 malam kemarin tanpa sebab. Hal ini sampaikan oleh Markus melalu pesan singkat Via-Handphone Sabtu, (09/03).Pukul 07.00 WIT
Awalnya kita dengar bunyi sepatu didepan rumah, sehingga kami mengatakan untuk apa kalian jalan-jalan malam. namun tanpa bicara langsung dobrak pintu oleh pihak gabungan POLRI dan BRIMOB maka dengan tidak manusiawi mendobrak pintu namun terlihat mereka dengan peralatan lengkap Kami merasa terkejut karena tanpa sebab akibat kami ditangan oleh satuan militer Indonesia., “Kata salah warga yang ditangkap.
Salah satu Militer mengatakan tangkap mereka semua yang ada didalm rumah itu. Maka mereka menangkap, Keluarga Musa Yeimo, Keluarga Sem Yeimo, Keluarga San Yeimo, Keluar Kalep Yeimo. Sedah itu mereka membawa ke jalan umum Ipakie lalu mereka menyuruh naik ke mobil Dalma lalu membawah mereka ke Kantor Polisi Uwibutu Madi. Sebagian yang tidak ditangkap berbondong-bondong menuju kantor Polres Madi untuk bermalam. Salah satu dari mereka yang ditangkap seorang Pdt. Yunus Gobai
Selama mereka ditangkap tidak ada makan dan minum. Namun, terdengar juga tangisan anak-anak mereka untuk meminta makan kepada orang tua mereka, lalu mereka semua tampung diruangan Polres Paniai, “Jelasnya.
Pada hari Jumat pagi Kapolres Paniai AKBP Jannus Siregar pergi kunjungan ke Distrik Paniai Barat Obano, sedangkan masyarakat yang ditahan tampung dalam penjara, mereka di kunci oleh pihak polisi.
Namun, siang kemarin pukul 11.00 WIT. pihak Tokoh Agama, Pemuda, dan Kepala Kampung Enarotali datangi ke Polres Paniai untuk memintah keterangan mengenai penangkapan masyarakat di malam hari itu.
Saat itu mereka menjumpai Wakil Kapores di Kantor Polres Paniai dan memastikan pengkapan tersebut, ternyata beberapa warga tersebut dalam kurungan penjara di Kantor Polres.
Seusai itu, mereka berbincang-bincang dengan Wakil Kapolres dan Tokoh Agama, Adat, dan Kepala Kampung terkait penangkapan warga sipil tanpa sebab akibat yang jelas itu.
Wakil Kapolres mengatakan, saya tidak berani untuk mengambil keputusan untuk memulangkan warga yang diatngkap, “Tutur Wakil Kapolres Paniai.
Namun. Lanjutnya, Setelah Kapolres pulang dari Obano kami akan pulang seorangkan  Pendeta yang ditangkap, terkecuali lima(5) orang lain, Musa Yeimo, Sem Yeimo, Mesak Yeimo, Naftali Yeimo, dan San Yeimo itu kami akan tahan untuk diperiksa.
Sementara ini  Menurut tabloidjubi.com bahwa di paniai swiping sedang berlangsung dalam bulan Agustus ini, kegiatan penyerahan bibit ternak babi di Pugodide Paniai pada tanggal 4 Agustus 2013 lalu, berubah menjadi ajang pemeriksaan senjata oleh oknum pasukan gabungan TNI dan Polri. Oknum pasukan gabungan yang melakukan pemeriksaan tersebut mengatakan mereka melakukan pemeriksaan untuk mencari Senjata Gelap yang dimiliki oleh Kelompok Militan di Pugodide. Saat menjalankan aksi pemeriksaan, baik anak-anak laki-laki, anak-anak perempuan, pemuda-pemudi maupun orang-orang tua seluruhnya diperiksa oleh pasukan gabungan di pintu pagar masuk-keluar dari jalan raya Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai. Namun hingga pemeriksaan selesai dilakukan pasukan gabungan ini tidak menemukan sepucuk senjatapun termasuk amunisinya di Kompleks Gedung Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu, Pugodide, Paniai West Papua pada hari Minggu 4 Agustus 2013 itu.
Berikut ini adalah Kronologi operasi pemeriksaan kepemilikan senjata gelap di Pugodide itu sebagaimana dilaporkan oleh Elsham Papua.
- Pada tanggal 1 Agustus 2013, Orang Asli Papua di Pugodide telah menerima berita tentang Acara Pembagian Bibit Ternak Babi untuk 10 Kelompok Perserikatan Fam.
- Bapak Jonatan Bunai Gedeutopaa (Anggota TNI) yang bertugas di Jayapura telah meminta Orang Asli Papua Barat yang berdomisili dalam wilayah 3 Desa di Pugodide datang berkumpul untuk menerima bibit ternak babi yang disiapkan buat 10 kelompok Perserikatan Fam Asli Pugodide di halaman Gedung Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu pada tanggal 4 Agustus 2013, 11.00 WP.
- Pada pagi harinya, sebelum Ibadah Minggu dimulai, Bapak Jonatan Bunai didampingi oleh Tuan Matias Bunai Odiyaipaa mengantarkan 10 ekor babi betina untuk 10 Kelompok Perserikatan Fam Asli Papua Barat di Pugodide, yakni :
1.    Kelompok Perserikatan Fam Bunai Odiyaipaa diwakili oleh Matias Bunai di Tougida.
2.    Kelompok Perserikatan Fam Gedeutopaa diwakili oleh Pewarta Demianus Bunai di Jikai
3.    Kelompok Perserikatan Fam Bunai Wenaapa diwakili oleh Markus Bunai
4.    Kelompok Perserikatan Fam Bunai Maibopaa diwakili oleh Jimunaipiyaa Bunai di Bado Pugoo
5.    Kelompok Perserikatan Fam Bunai Umagopaa diawakili oleh Yohanes Bunai di Papouye
6.    Kelompok Perserikatan Fam Bunai Beukamepaa diwakili oleh Marthen Bunai di Kopai
7.    Kelompok Perserikatan Fam Yeiomo Koguwo diawkili oleh Epres Yeimo di Papouye
8.    Kelompok Perserikatan Fam Yeiomo Emigai diwakili oleh Yan Yeimo di Kagupugaida
 9.    Kelompok Perserikatan Fam Tobai diwakili oleh Januarius Tobai di Waidide
10.    Kelompok Perserikatan Fam Yatipai diwakili oleh Didimus Yatipai di Waidide.
- Seusai ibadah Minggu paginya, para umat Katolik dan Jemaat KINGMI Papua Barat di Pugodide memenuhi undangan bapak Janatan Bunai untuk menghadiri acara pembagian bibit ternak babi yang telah disiapkan di halaman Gedung Gereja Santa Maria Magdalena di Pagubutu, Pugodide, Paniai Papua Barat seperti biasa tanpa rasa takut akan terjadi sesuatu di tempat.
- Sesuai undangannya, para penerima bibit ternak babi tersebut telah berkumpul di halaman gedung gereja Katolik sambil Jonatan dan Matias Bunai berdiri di tengah-tengah anggota penerima di posisi depan pintu gereja.
- Tiba-tiba tiga mobil berhenti di jalan raya Nabire-Paniai, depan pintu masuk Gerejak Katolik Pagubutu. Kurang lebih 15 orang anggota pasukan gabungan diturunkan dari mobil yang berwarna Putih tersebut menuju ke halaman gedung gereja tanpa diketahui alasannya. Dimana masyarakat penerima bibit ternak babi tersebut berkumpul.
- Para penerima dan pemberi bibit ternak babi tersebut terkejut akibat diterjunkannya belasan anggota pasukan gabungan ke lokasi pembagiannya. Apalagi lokasinya dipakai di halaman gedung gereja milik umat Katolik yang seharusnya bebas dari berbagai aksi kekerasan dengan alasan apapun juga.
- Para penerima bibit ternak babi termasuk pemberi dan pendamping membiarkan setiap aksi pemeriksaan dan pembongkaran yang telah dilakukan oleh pasukan gabungan  yang telah diturunkan dari Madi, Kabupaten Paniai. Bapak Jonatan Bunai dan tuan Matias Bunai serta para anggota penerima bibit ternak babinya tidak terpancing dengan aksi pemeriksaan dan pembongkaran terhadap Pintu Ruang Sakaristi dalam Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu di Pugodide.
- Dalam menjalankan operasinya, oknum pasukan gabungan mengatakan, mereka melakukan pemeriksaan untuk mencari Senjata Gelap yang dimiliki oleh Kelompok Militan di Pugodide.
- Pasukan gabungan juga telah memasuki dalam ruangan Gereja Katolik. Gedung Gereja dikeliling oleh pasukan gabungan sambil menggali tanah di pinggiran setiap pondasi bangunan suci tersebut. TNI juga telah naik kearah plafon gereja dari dalam. Anggota pasukan gabungan juga naik hingga diatas atap dengan menggunakan tangga kayu milik umat Katolik di Pagubutu.
- Di saat menjalankan aksi pemeriksaannya, baik anak-anak laki-laki, anak-anak perempuan, pemuda-pemudi maupun orang-orang tua seluruhnya diperiksa oleh pasukan gabungan di pintu pagar masuk-keluar dari jalan raya Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai dengan alasan mencari Senjata  Api (Gelap) yang dimaksud.
- Dalam pemeriksaan ini pasukan telah menyita Uang sebesar Rp 16 juta rupiah milik umat gereja serta Handphone milik Orang Asli Papua Barat di Pugodide. Barang sitaan ini telah dibawah ke Polres Paniai di Madi sekitar pukul 15.00 WP.

Sumber : www.knpbnews.com

About WP News

Powered by Blogger.