Berita

Kantor Dipalang, Investor Didesak Angkat Kaki

Masyarakat ikat simbol adat di depan Kantor PT Mayora (Jubi/Ans)
Merauke – Puluhan masyarakat Marind dari tiga distrik yakni Okaba, Ilwayab dan Tubang, mendatangi Kantor PT Mayora yang beralamat di Jalan Ternate. Kedatangan mereka tidak lain untuk berdialog bersama pihak perusahan, sekaligus mendesak agar segera angkat kaki dari Merauke dan tidak boleh melakukan berbagai aktivitas di kampung-kampung.
Pantauan tabloidjubi.com, Senin (12/8), selain melakukan dialog, mereka juga memasang  atribut adat  di depan pintu masuk kantor tersebut, sekaligus meminta agar tidak boleh ada aktivitas yang dilakukan. Kurang lebih dua jam lamanya, masyarakat sempat melakukan dialog bersama salah seorang karyawan di teras Kantor.
Disaat sempat berlangsung dialog, datanglah Kabag Ops Polres Merauke, Muhzin Neungkelan. Diapun sempat meminta kepada masyarakat agar harus menyampaikan terlebih dahulu rencana untuk datang ke kantor tersebut. “Ya, tujuannya tidak lain agar aparat keamanan bisa melakukan pengamanan selama berlangsung dialog,” ujar Muhzin.
Tokoh Intelektual Muda Marind, Leonardus Moyuen mengatakan, masyarakat yang datang, tidak mempunyai suatu niat buruk untuk merusak kantor itu. “Kami hanya ingin melakukan dialog secara bersama-sama, sekaligus mendesak perusahan agar segera keluar dari Merauke. Tidak boleh membuat perencanaan sekaligus melakukan  berbagai kegiatan di kampung-kampung yang tersebar di tiga distrik,” tegasnya.
Diakui jika sampai sekarang, belum ada kegiatan yang dijalankan oleh PT Mayora. Hanya saja, masyarakat di kampung-kampung, sudah saling bermusuhan. Karena sama-sama mengklaim tentang batas wilayah. Semua itu akibat ulah dari investor yang sudah masuk secara diam-diam dan ‘merayu’ masyarakat setempat.
Dia juga meminta agar Bupati Merauke, Romanus Mbaraka segera memediasi agar dilakukan pertemuan kembali. Artinya, pihak pihak berkompoten seperti instansi terkait, dewan sebagai perpanjangan tangan rakyat, investor serta utusan masyarakat dari setiap kampung, duduk dan dibicarakan sekaligus dicarikan jalan keluar penyelesaian. (Jubi/Ans)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.