Aktivis

Freedom Flotilla Bisa Dicegat Angkatan Laut Indonesia

Aktivis Australia dan aktivis Papua
 yang akan melakukan perjalanan misi Freedom Flotilla
 (http://freedomflotillawestpapua.org)
Jayapura – Perjalanan sejumlah aktivis Papua dan Australia menggunakan kapal layar yang disebut Freedom Flotilla, mendapatkan respon keras dari otoritas keamanan Papua. Kapal itu, kemungkinan akan dicegat dan ditahan pihak imigrasi Indonesia.
Dilansir oleh ABC News, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjend Pol. Paulus Waterpauw (16/08) mengatakan kedatangan perahu yang tidak sah akan dicegat oleh angkatan laut dan mungkin ditahan oleh pihak imigrasi. Waterpauw menegaskan siapa pun dalam kelompok yang memiliki catatan kriminal, atau dalam daftar buronan negara itu, akan menghadapi penangkapan.
Freedom Flotila sendiri, direncanakan berlayar dari Marlin Marina, Cairns, Australia pada hari ini, Sabtu tanggal 16 Agustus jam 9 pagi menuju Papua. Sekitar tigapuluh aktivis akan berlayar menggunakan tiga kapal. Aktivis asal Papua yang ikut berlayar sebagian besar merupakan warga Papua yang mendapatkan suaka dari pemerintah Australia.
Pada bulan Juli lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, kepada Jubi mengatakan Indonesia tidak akan menerima para pencari suaka yang dikirimkan oleh Pemerintah Australia ke Nauru atau Papua New Guinea jika melewati perairan Indonesia. Hal ini ditegaskan Natalegawa menyusul perubahan kebijakan Australia terhadap para pencari suaka yang berlayar menggunakan kapal, seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa warga Papua pada tahun 2006 lalu.
“Kebijakan ini merupakan kebijakan sepihak yang tidak akan kita dukung. Itulah mengapa sebelumnya saya katakan mari kita mendengar kebijakan tersebut secara menyeluruh,” kata Natalegawa.

Terhadap perjalanan Freedom Flotilla, Natalegawa telah menolak dengan tegas perjalanan kapal layar itu memasuki wilayah Indonesia. Natelegawa mengatakan Indonesia telah melakukan kontak dengan pemerintah Australia namun Indonesia belum meminta Australia mencegah kapal-kapal tersebut meninggalkan perairan Australia menuju Papua. (Jubi/Victor Mambor)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.