Berita

Ekspor Papua Naik 16.20 Persen

Perkembangan Ekspor Papua (Jubi/Alex)
Jayapura  — Pada Mei 2013, ekspor Papua mengalami kenaikan sebesar 16,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 198,13 juta dollar menjadi 230,22 juta dollar. Kenaikan tersebut utamanya dipicu oleh kenaikan volume ekspor kayu dan barang dan kayu (HS44) senilai 14,97 juta dollar atau naik 70,78 persen dibandingkan April 2013. 


“Pada bulan ini tidak tercatat adanya ekspor migas ke Papua Nugini ataupun ke negara yang lain,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Didik Koesbianto kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (1/8). 



Menurut Dia, meskipun nilai ekspor Papua alami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, jika dibandingkan dengan nilai ekspor kumulatif, nilai ekspor Papua masih sedikit lebih rendah dibandingkan nilai kumulatif pada tahun sebelumnya. Dimana tercatat nilai ekspor kumulatif Januari – Mei 2013 adalah 937,05 juta dollar atau turun 2,32 persen dibandingkan total ekspor kumulatif yang sama pada 2012 yang mencapai 959,27 juta dollar. 



“Sebesar 94,54 persen ekspor Papua keluar melalui Pelabuhan Amamapare yang merupakan pintu keluar untuk seluruh ekspor konsentrat tembaga dimana ekspor Papua masih didominasi oleh konsentrat tembaga (Hs26). Kemudian diikuti oleh Pelabuhan Bade yang merupakan pintu utama untuk ekspor kayu lapis ke kawasan Timur Tengah,” ujarnya.



Dijelaskannya, konsetrat tembaga (HS26) yang diekspor pada Mei 2013 sebanyak kurang lebih 106 ribu ton atau setara dengan nilai 212,77 juta dollar merupakan volume terbesar yang diekspor sepanjang tahun berjalan. “Ekspor tersebut ditujukan ke Jepang, Spanyol, Korea Selatan, dan Cina,” tambahnya. 



Sementara itu, Kabid Distribusi BPS Papua, Adriana Robaha mengatakan, untuk ekspor kayu dan barang dari kayu (HS44), ikan dan hewan air lainnya (HS03), dan golongan non migas lainnya pada Mei 2013 mengalami peningkatan, masing-masing menjadi 14.97 juta dollar, 2.44 juta dollar, dan 0.05 juta dollar. 



Lanjutnya, walaupun seluruh golongan non migas pada Mei mengalami peningkatan nilai ekspor, namun penyebab utama naiknya nilai ekspor Papua dibandingkan bulan sebelumnya adalah peningkkatan nilai ekspor golongan HS44 yang mencapai 70.87 persen. 



“Ekspor HS44 ditujukan terutama ke Timur Tengah, sementara ekspor HS03 ke Cina melalui Pelabuhan Kimaam dan Merauke,” kata Adriana Robaha. 



Negara utama yang menjadi tujuan ekpor pada Mei 2013 adalah Spanyol, Jepang, Korea Selatan, Cina. Total ekspor keempat negara tersebut adalah 215,20 juta dollar. 



Sementara itu, negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor adalah Singapura, Papua Nugini, dan beberapa negara di Timur Tengah. “Ekspor ke negara lainnya senilai 15.02 juta dollar dimana sebagian besar berupa ekspor kayu lapis ke negara-negara di Timur Tengah. Setelah Maret 2013, belum tercatat lagi adanya ekspor konsentrat tembaga ke Filipina dan India,” katanya.(Jubi/Alex)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.