Aksi

Koalisi BEMF dan DPMF Palang Kampus Uncen

Pembantu Rektor 3,
Paulus Homers saat menanggapi
tuntutan aksi mahasiswa. Foto: Timo Marten/Jubi.
Jayapura -- Sebagai bentuk protes atas kebijakan rektor baru yang dinilai tidak adil dalam proses perekrutan mahasiswa baru serta pemilihan pembantu Rektor 1 Uncen dan fasilitas kampus yang tidak beres, koalisi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) memalang kampus Universitas Cenderawasih (Uncen), Senin (01/07/2013) Jayapura, Papua.

Penanggung jawab aksi Septi Meidodga mengatakan akan memalang kampus Uncen hingga rektor mendengarkan aksi mahasiswa. Ia menilai pembantu rector 1 bukan kader murni dari Uncen.

"Pembantu Rektor 1 itu bukan kader murni dari uncen tetapi dia orang kesehatan. Besok pagi saya berharap agar kami bisa ketemu rektor uncen untuk menyampaikan aspirasi kami ini, kalau tidak kami akan palang kampus uncen ini sampai rektor turun medengrkan aspirasi kami ini," tutur Septi.

Ia juga meminta Rektor baru segera mengakomodir semua tuntutan mahasiswa uncen seperti pada saat pembacaan visi dan misi beberapa waktu lalu di Auditorium Uncen.

"Kami akan palang kampus terus sampai rektor datang dan bicara dengan kami mengenai tuntutan yang kami serukan hari ini, sebab banyak permasalahan yang terjadi. Ini bukan bukan kampus swasta tapi ini kampus negeri. Kami juga meminta agar Pembantu Rektor 1 sampai 4 harus orang asli Papua,"  ungkap Stefen yang menjadi korlap dalam aksi itu.

Mahasiswa menilai kampus Uncen dijadikan sebagai proyek bisnis oleh beberapa orang karena pengalihan jalur mahasiswa tugas belajar akan terjadi pembengkakan dalam pembiayaan pada jalur reguler.

"Proses perekrutan mahasiswa mahasiswa baru kami sangat prihatin, karena mahasiswa yang direkrut kebanyakan pada jalur ekstensi sementara dalam jalur reguler diabaikan," kata Dominikus Badii dalam orasinya.

Ia manambahkan cara yang dipakaia dalam perekrutan mahasiswa baru jelas terlihat seperti dosen jadikan kampus sebagai proyek untuk bisnis. Cara ini, kata dia, akan memengaruhi dalam proses pembiayaan mahasiwa yang daftar melalui jalur regular.

Menanggapi aksi mahasiswa, pembantu rektor 3 datangi tempat aksi dan berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada rektor.

"Asprasai mahasiwa ini akan saya sampaikan langsung pada rektor setelah beliau pertemuan," imbuh rektor 3, Paulus Homers berjanji dihadapan mahasiswa.

"Hari ini rektor tidak bisa beliau hadir karena beliau sedang bertemu dengan Dirjen UP4B dan DIKTI perguruan tinggi yang akan membicarakan tentang proses perekrutan mahasiswa baru ini jadi untuk keterangan lebih lanjutnya besok akan di jelaskan oleh rektor tepat pukul 09.00 di ruang kerja beliau," tuturnya menambahkan. (MS)

About WP News

Powered by Blogger.