Berita

KLB di Nabire, 18 Tewas Puluhan Kritis

Beberapa korban Kritis KLB Nabire
yang sedang dirawat di RSUD Nabire. Foto: MS
Nabire -- Hingga pagi ini, Senin, (15/07/13), pukul  09.00 WIT, jumlah korban meninggal akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul pengumuman pertandingan tinju di Gedung Olahraga (GOR) Kota Lama, Nabire, Papua, tadi malam, Minggu, (14/07/13), pukul 22.00 WIT, berjumlah 18 orang. 
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, dari 18 korban meninggal itu, 6 laki-laki dan 12 perempuan. Pantauanmajalahselangkah.com pagi ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, sekitar 30-an orang masih dirawat dan kondisi kritis.  
Hal ini dibenarkan Kapolres Nabire, AKBP. Bahara Marpaung pada apel siaga pagi ini. "Jumlah korban sudah 18 orang dan satu lagi, tetapi kami sedang menunggu informasi yang jelas," katanya.
Kejadian Luar Biasa terjadi menyusul wasit memenangkan Alfius pada pertandingan tinju amatir antar Yulianus dan Alfius. Massa pendukung Yulianus tidak terima dan melempari kursi ke arah penonton serta wasit. Penonton ketakutan dan berusaha keluar berdesak-desakan.
Pantauan media ini di tempat kejadian, korban 18 orang meninggal bukan karena pukulan. Saat penonton keluar berdesak-desakan, tampak sejumlah orang memalang pintu keluar GOR. Ini mengakibatkan, ratusan orang berdesak-desakan di pintu dan sebagian lainnya terjatuh dan tewas di tempat.
Penonton baru bisa keluar dengan bebas setelah salah seorang panitia keluar dari pintu lain dan menarik keluar oknum-oknum yang memalang pintu keluar GOR. Polisi hingga kini belum menetapkan provokator dan penyebab sebenarnya dari KLB ini. "Kapasitas ruangan dan jumlah penonton tidak seimbang. Akan ada tim investigasi dari Polda dan Mabes Polri," kata Kapolres pada apel siaga.
Ketika dikonfirmasi dr. Anton di sela-sela menangani para korban di RSUD mengatakan, "Ini KLB dan perlu kajian lebih lanjut. Tapi, ini kemungkinan kehabisan oksigen karena desak-desakan," kata dokter Anton.
Diketahui, para korban kritis saat dalam kondisi tidak sadar. Mereka tampak kejang-kejang seperti orang yang terkena penyakit ayan atau epilepsy, sehingga kaki beberapa pasien diikat dengan tempat tidur.
"Begitu saya tiba di pintu, kaki saya langsung tidak bisa jalan. Macam saya kesemutan dan kram. Tiba-tiba pikiran hilang. Nafas mau habis. Lalu, saya tidak sadar. Saya baru sadar di sini (RSUD:red)," kata Meliana di RSUD.
Tokoh-tokoh masyarakat di Nabire meminta tim investigasi independen dari Komnas HAM atau lembaga lain segera turun ke Nabire untuk melakukan kajian mendalam tentang KLB ini.
"Kejadian ini tidak seperti biasanya. Kalau hanya karena kapasitas ruangan dan terinjak-injak korban tidak sebanyak ini. Ini aneh, kami minta pihak Komnas HAM dan polisi harus ungkap apa penyebab sesungguhnya," kata R.E. Edoway.
Berdasarkan data yang dihimpun majalahselangkah.com sejak tadi malam hingga pagi ini, baru 17 orang yang namanya diketahui. Satu orang korban tewas namanya belum diketahui. 
Berikut nama-nama korban tewas, Huda (laki-laki), Yosina Waine (perempuan), David Wabes (laki-laki), Stevina Tebay (perempuan), Yuliana Magai (perempuan), Elina Dugupa (perempuan), Anii Wayaa (perempuan), Monica Bonai (perempuan), Meriam Mandosir (perempuan), Martina Keiya (perempuan), Ice Tebay (perempuan), Yanus Manibui (laki-laki), Tresia Waine (perempuan), Merlin Ayeba (perempuan), Yakum Rumkorem (laki-laki), Wilem Agapa (laki-laki), dan Lisa Womsiwor (perempuan). (GE/MS)

About WP News

Powered by Blogger.