Adat

Hak Ulayat Tanah Jadi Masalah Utama Distrik Baru, Iwaka


Mimika -- Pada 22 Januari 2013 lalu, distrik Iwaka resmi berdiri. Namun, sebagaimana wilayah pemekaran pada umumnya, berbagai masalah melilit pemerintah distrik Iwaka.

"Banyak persoalan yang dihadapi di kecamatan Iwaka, diantaranya masalah tanah dan hak ulayat. Masalah ini sudah ada sejak Iwaka masih di kecamatan induk, Kuala Kencana," kata Pontius Klanangame, SIP menjelaskan kepada majalahselangkah.com, Senin (08/07/2013) di distrik Iwaka, Mimika, Papua.

Pontius mengatakan, persoalan yang utama hadapi distrik Iwaka  adalah masalah tanah dan hak ulayat tanah. Kata dia, masalah ini muncul karena kebanyakan warga Trans tidak tetap di tanah mereka. Kemudian, karena tidak digunakan, beberapa tanah diambil, dan terjadi saling klaim. Inilah yang menurut Pontius, jadi sumber konflik di distrik Iwaka.


Ia berharap, semoga saja, para pemilik tanah Trans datang, tetap di tempat tinggal mereka. Atau setidaknya, memberi tanda yang dapat dimengerti, agar tanah itu dapat dimengerti orang lain sebagai tanah  yang berkepemilikan. Ini untuk meminimalkan konflik. Sementara itu, kepala distrik ini setuju, bahwa memang tanah Ikawa adalah milik orang Papua di Ikawa.

"Kami berharap, ada komunikasi efektif antar warga Trans yang adalah orang luar Papua (pendatang) dan masyarakat asli Papua di  Ikawa," kata Pontius. (Alexander Gobai/MS)


About WP News

Powered by Blogger.